Pilkada Aceh Tengah 

Sport Center di 14 Kecamatan, Langkah Beriman Hidupkan Olahraga di Aceh Tengah

Dengan sport center di setiap kecamatan, kami ingin menjadikannya pusat aktivitas dan pembinaan atlet lokal," ujar Bardan.

Penulis: Romadani | Editor: Sri Widya Rahma
FOR TRIBUNGAYO.COM
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Bardan Sahidi menyerahkan piala kepada pemenang turnamen sepak bola Liga Santri Aceh Tengah usai penutupan yang berlangsung, Rabu (23/8/2023) sore di Lapangan Gele Lungun Pegasing. 

TRIBUNGAYO.COM, TAKENGON - Olahraga bukan hanya aktivitas fisik, tetapi juga cara untuk membangun gaya hidup sehat dan mempererat hubungan sosial.

Di Aceh Tengah, kesadaran terhadap pentingnya olahraga semakin meningkat, namun keterbatasan fasilitas menjadi kendala utama.

Banyak warga, terutama di wilayah kecamatan, tidak memiliki akses sarana olahraga yang memadai. Akibatnya, potensi olahraga di daerah ini belum tergarap maksimal. 

Calon Bupati Aceh Tengah Nomor Urut 1, Bardan Sahidi, melihat hal ini sebagai peluang untuk memberikan solusi konkret bersama Calon Wakil Bupati Karimansyah.

Bardan Sahidi menggagas program sport center di 14 Kecamatan sebagai upaya memasyarakatkan olahraga, menciptakan gaya hidup sehat, dan mengembangkan bakat olahraga di Aceh Tengah.

"Olahraga adalah hak setiap warga, dengan sport center di setiap kecamatan, kami ingin menjadikannya pusat aktivitas dan pembinaan atlet lokal," ujar Bardan, Jumat (22/11/2024).

Sport center ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat olahraga, tetapi juga akan menjadi ruang bagi komunitas untuk berkumpul, menggelar acara, dan mempererat hubungan antarwarga.

Fasilitas ini dirancang untuk mencakup berbagai cabang olahraga seperti sepak bola, bulu tangkis, voli, hingga olahraga rekreasi yang ramah keluarga.

"Kita ingin menciptakan ruang yang inklusif, di mana semua orang, dari anak-anak hingga lansia, merasa nyaman berolahraga," tambah Bardan. 

Untuk merealisasikan program ini, Bardan bersama Karimansyah telah menyusun langkah-langkah strategis.

Langkah pertama adalah pemetaan kebutuhan di setiap kecamatan, termasuk potensi cabang olahraga yang dapat dikembangkan.

Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa sport center yang dibangun sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi masyarakat setempat. 

Langkah kedua adalah kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Pemuda dan Olahraga, pemerintah provinsi, serta komunitas olahraga lokal.

Melalui kerja sama ini, Bardan optimis dapat memperoleh dukungan anggaran dan keahlian teknis untuk membangun fasilitas yang berkualitas. 

Selanjutnya, Bardan juga berkomitmen melibatkan masyarakat setempat dalam proses pembangunan dan pengelolaan sport center.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved