Sabtu, 11 April 2026

Berita Aceh

Menelusuri Asal Usul Tari Saman: Antara Sejarah dan Mitos

Jika ditelusuri lebih jauh, ada kemungkinan bahwa yang dimaksud adalah Syekh Muhammad Samman, pendiri tarekat Sammaniyyah.

Penulis: Fikar W Eda | Editor: Mawaddatul Husna
TRIBUNGAYO.COM/FIKAR W EDA
TARI SAMAN- Tari Saman dalam acara Desember Kopi Gayo di Galeri Kopi Indonesia, Pegasing, Aceh Tengah pada Desember 2024. Tiap tahun Tari Saman mengisi panggung Desember Kopi Gayo. 

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

TRIBUNGAYO. COM, JAKARTA - Tari Saman merupakan salah satu Warisan Budaya Tak Benda yang menjadi kebanggaan masyarakat Gayo, khususnya di Gayo Lues.

Saman ditetapkan sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO pada 24 November 2011.

Namun, asal usulnya masih menjadi diskusi di kalangan sejarawan dan budayawan.

Dalam buku Tari Saman karya Ridhwan Abd Salam (2012), disebutkan bahwa terdapat pandangan yang mengaitkan penciptaan tari saman dengan seorang ulama bernama Syekh Saman.

Mengutip beberapa sumber  (Bahry dan Bahri, 2005; Dinas, 2010; Kusuma, 1991/1992) menyebutkan bahwa Syekh Saman adalah seorang penyebar Islam yang membawa tari saman ke Gayo Lues.

Namun, tidak ada kejelasan mengenai siapa sebenarnya Syekh Saman yang dimaksud.

Jika ditelusuri lebih jauh, ada kemungkinan bahwa yang dimaksud adalah Syekh Muhammad Samman, pendiri tarekat Sammaniyyah.

Hal itu sebagaimana diungkapkan oleh C Snouck Hurgronje dalam bukunya Tanah Gayo dan Penduduknya (1903).

Syekh Muhammad Samman memiliki nama lengkap Syekh Muhammad bin Abdul Karim as-Sammani al-Hasani al-Madani al-Qadiri al-Quraisyi.

Ia lahir di Madinah pada tahun 1718 M dan wafat pada tahun 1775 M.

Ia dikenal sebagai pendiri tarekat Sammaniyyah yang tersebar ke berbagai wilayah Islam, termasuk Nusantara. 

"Namun, tidak ada bukti sejarah yang kuat bahwa ia pernah mengunjungi Gayo Lues atau menciptakan tari saman," tulis Ridhwan Salam.

Ia menyatakan masyarakat Gayo sendiri meyakini bahwa tari saman telah ada jauh sebelum ajaran tarekat Sammaniyyah berkembang.

Bahkan, tari saman diperkirakan sudah ada sebelum Islam masuk ke wilayah Gayo.

Sumber: TribunGayo
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved