Sabtu, 6 Juni 2026

Kupi Senye

Puasa TKD

Tidak main-main, seleksi ini dilaksanakan setiap setahun sekali siapa saja yang ingin menjadi taqwa dipersilakan untuk mengikuti seleksi yang diadakan

Tayang:
ISTIMEWA
OPINI TRIBUNGAYO- Ansor merupakan Dosen IAIN Takengon yang mengajar pada Fakultas Tarbiyah dan program Pascasarjana. Ia menulis opini berjudul Puasa TKD atau Tes Ketaqwaan Dasar, Senin (3/3/2025). 

Oleh: Ansor *)

TKD sering kita dengar akhir-akhir ini, Tes Kompetensi Dasar sebagai salah satu tahapan yang harus dilalui oleh setiap orang yang memutuskan untuk ikut seleksi menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil. 

Saat ini lulus TKD tidak hanya dipakai sebagai salah satu persyaratan untuk Calon Pegawai Negeri Sipil, menjadi
prasyarat menjadi P3K, Sekolah Kedinasan, bahkan beberapa perusahaan sudah mulai mempertimbangkannya.

TKD merupakan perjuangan setiap peserta untuk berkompetisi dengan dirinya sendiri, berusaha dengan segenap kemampuan yang dimiliki untuk mencapai passing grade setelah melalui beberapa tahapan.

Memastikan bahwa yang bersangkutan memiliki persyaratan seperti yang diminta, mengunggah
dokumen yang sesuai dan dinyatakan lolos verifikasi.

Puasa merupakan TKD (Tes Ketaqwaan Dasar), layaknya Tes Kompetensi Dasar bagi calon pegawai berawal dari pengumuman, 14 abad silam Allah SWT sudah memberikan pengumuman akan dilakukannya seleksi calon taqwa. 

Tidak main-main, seleksi ini dilaksanakan setiap setahun sekali, siapa saja yang ingin menjadi taqwa dipersilakan untuk mengikuti seleksi yang diadakan.

Sebelum mengikuti seleksi, setiap peserta diwajibkan memperhatikan persyaratan yang wajib dipenuhi setiap calon peserta seleksi yang tertuang dalam QS Al Baqarah ayat 183.

Beriman adalah satu-satunya syarat bagi siapa saja yang berkeinginan mengikuti seleksi ini.

Setiap yang memiliki persyaratan diminta untuk mengikuti seleksi karena seleksi ini dilaksanakan secara terbuka dan gratis, tanpa dibebankan biaya. 

Selain itu, materi tes sama untuk semua peserta seleksi, apakah dia petani, apakah dia seorang sopir, pejabat, orang kaya, orang desa, lajang maupun yang sudah punya cucu, karena ini adalah Tes Ketaqwaan Dasar.

Sebelum mengikuti seleksi yang diadakan, setiap peserta diharapkan mempersiapkan diri menghadapinya, paling tidak ada dua persiapan yang harus dilakukan; pertama, persiapan pengetahuan.

Sudah menjadi keniscayaan, setiap orang yang mengikuti seleksi atau tes, jika tidak memiliki pengetahuan terkait materi yang akan diujikan.

Maka tidak akan dapat menjawab pertanyaan dengan baik dan benar dan berakhir tidak sampainya passing grade yang telah ditentukan. 

Oleh karena itu, sebelum memasuki masa seleksi ketaqwaan, hendaknya setiap peserta mempersiapkan pengetahuan dengan matang terkait materi yang akan diujikan.

Sumber: TribunGayo
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved