Selasa, 5 Mei 2026

Kupi Senye

Manfaat Berpuasa bagi Manusia

Selain itu, puasa juga dapat meningkatkan metabolisme, mengatur kadar gula darah, serta membantu menurunkan berat badan dengan cara yang sehat.

Tayang:
ISTIMEWA
OPINI TRIBUNGAYO- Kausara Usman MPd adalah Staf pada Dinas Syariat Islam Kabupaten Aceh Tengah dan Dosen tidak tetap STIT Al Washliyah Aceh Tengah. Ia menulis opini berjudul Manfaat Berpuasa bagi Manusia, Jumat (14/3/2025). 

Oleh: Kausara Usman MPd *)

Puasa merupakan salah satu ibadah yang tidak hanya memiliki nilai spiritual, tetapi juga memberikan manfaat besar bagi kesehatan, mental, dan sosial seseorang.

Dalam berbagai tradisi agama dan praktik kesehatan, puasa telah lama dikenal sebagai cara untuk meningkatkan kualitas hidup.

Secara medis, puasa memiliki banyak manfaat bagi tubuh manusia. 

Saat seseorang berpuasa, tubuhnya mengalami proses detoksifikasi alami, di mana racun-racun yang tersimpan dalam tubuh mulai dikeluarkan.

Selain itu, puasa juga dapat meningkatkan metabolisme, mengatur kadar gula darah, serta membantu menurunkan berat badan dengan cara yang sehat.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa berpuasa dapat memperbaiki fungsi sel dan memperpanjang usia dengan mencegah berbagai penyakit degeneratif seperti diabetes dan penyakit jantung.

Puasa juga berperan dalam meningkatkan kesehatan sistem pencernaan.

Dengan memberikan waktu istirahat bagi organ pencernaan, puasa membantu mengurangi risiko gangguan pencernaan seperti maag dan sindrom iritasi usus besar.

Selain itu, kadar hormon insulin lebih stabil saat berpuasa, yang berdampak positif dalam mengurangi resistensi insulin dan menurunkan risiko diabetes tipe 2.

Selain itu, puasa diketahui dapat meningkatkan kesehatan jantung dengan cara menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL).

Dengan demikian, risiko penyakit kardiovaskular dapat diminimalkan.

Bahkan, puasa telah dikaitkan dengan peningkatan produksi hormon pertumbuhan yang membantu dalam regenerasi sel dan mempercepat penyembuhan tubuh.

Menurut Dr Jason Fung, seorang ahli nefrologi dan pakar dalam bidang puasa intermiten, puasa dapat membantu menormalkan kadar insulin, yang berperan dalam mencegah obesitas dan diabetes tipe 2.

Sementara itu, Dr Valter Longo, seorang ahli biologi dari University of Southern California, mengungkapkan bahwa puasa dapat memperbaiki sel-sel tubuh dan mengurangi risiko penyakit kronis, termasuk kanker dan penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer.

Selain memberikan dampak positif pada kesehatan fisik, puasa juga berdampak pada kesehatan mental dan psikologis seseorang.

Ketika berpuasa, seseorang belajar untuk mengendalikan emosi, menahan diri dari hal-hal negatif, serta meningkatkan kesabaran dan ketekunan.

Puasa juga dapat membantu mengurangi stres, meningkatkan konsentrasi, dan menumbuhkan perasaan damai dalam diri seseorang.

Dengan menahan hawa nafsu dan emosi, seseorang juga bisa melatih disiplin diri dan meningkatkan ketahanan mental dalam menghadapi berbagai tantangan hidup.

Selain itu, puasa dapat membantu meningkatkan kualitas tidur dan mengurangi gejala kecemasan serta depresi.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa puasa berkontribusi pada peningkatan produksi hormon serotonin dan endorfin, yang berperan dalam meningkatkan suasana hati dan memberikan perasaan bahagia.

Dengan demikian, puasa bukan hanya sarana untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, tetapi juga menjadi terapi alami untuk kesehatan mental.

Menurut Dr Mark Mattson, seorang ahli saraf dari Johns Hopkins University, puasa dapat meningkatkan fungsi otak dengan merangsang produksi Brain-Derived Neurotrophic Factor (BDNF).

Yaitu yang berperan dalam meningkatkan daya ingat dan mengurangi risiko penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer dan Parkinson. 

Selain itu, Dr Sara Gottfried, seorang pakar kesehatan holistik, menyatakan bahwa puasa dapat membantu menyeimbangkan hormon stres.

Seperti kortisol, yang berdampak positif dalam mengurangi kecemasan dan meningkatkan ketahanan mental.

Puasa juga memiliki peran penting dalam mempererat hubungan sosial.

Ketika seseorang menahan diri dari makan dan minum, ia menjadi lebih peka terhadap penderitaan orang lain yang kurang beruntung.

Hal ini mendorong seseorang untuk lebih peduli, berempati, dan berbagi dengan sesama.

Dengan meningkatnya rasa solidaritas ini, masyarakat pun menjadi lebih harmonis dan saling mendukung.

Selain itu, puasa memiliki nilai spiritual yang tinggi. Dalam berbagai ajaran agama, puasa menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, membersihkan hati, dan memperbaiki diri.

Dengan memperbanyak ibadah, doa, serta introspeksi diri, seseorang dapat merasakan ketenangan batin yang lebih mendalam.

Puasa juga mengajarkan nilai-nilai kesederhanaan, keikhlasan, dan rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan.

Menurut Dr Richard J Davidson, seorang ahli psikologi dan neurosains dari University of Wisconsin-Madison, praktik ibadah seperti puasa dapat meningkatkan aktivitas di bagian otak yang terkait dengan empati dan kasih sayang.

Hal ini menunjukkan bahwa puasa tidak hanya memperkuat hubungan dengan Tuhan tetapi juga meningkatkan hubungan sosial.

Selain itu, Dr Andrew Newberg, seorang ahli dalam bidang neuroteologi, menyatakan bahwa praktik keagamaan seperti puasa dapat meningkatkan aktivitas otak yang berhubungan dengan kedamaian dan refleksi diri, yang pada akhirnya membantu seseorang merasa lebih terhubung dengan nilai-nilai spiritual.

Para ulama dan ahli agama telah banyak membahas manfaat puasa dari sudut pandang keimanan dan ibadah.

Menurut Imam Al-Ghazali, puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga merupakan latihan spiritual untuk membersihkan hati dan mendekatkan diri kepada Allah.

Puasa mengajarkan manusia untuk mengendalikan hawa nafsu dan meningkatkan kesabaran serta keikhlasan dalam beribadah.

Syaikh Ibn Qayyim Al-Jawziyyah juga menekankan bahwa puasa memiliki manfaat dalam menyucikan jiwa dan membentuk karakter seorang Muslim.

Dengan berpuasa, seseorang belajar untuk lebih sabar, jujur, dan berempati kepada sesama.

Selain itu, puasa juga diyakini sebagai bentuk ibadah yang dapat menghapus dosa-dosa kecil dan meningkatkan derajat keimanan seseorang di hadapan Allah.

Sementara itu, menurut Dr Yusuf Al-Qaradawi, seorang ulama kontemporer, puasa memiliki dimensi sosial yang sangat kuat.

Puasa tidak hanya menumbuhkan kesadaran spiritual, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial karena mendorong umat Islam untuk berbagi dengan fakir miskin dan memperbanyak amal kebajikan.

Manfaat berpuasa tidak hanya terbatas pada aspek spiritual, tetapi juga berdampak luas pada kesehatan, mental, dan hubungan sosial seseorang.

Oleh karena itu, puasa sebaiknya tidak hanya dilihat sebagai kewajiban, tetapi juga sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.

Dengan menjalankan puasa secara sadar dan penuh keikhlasan, seseorang dapat merasakan manfaatnya secara maksimal dan memperoleh kebahagiaan yang lebih mendalam.

*) Penulis adalah Staf pada Dinas Syariat Islam Kabupaten Aceh Tengah dan Dosen tidak tetap STIT Al Washliyah Aceh Tengah.

KUPI SENYE adalah rubrik opini pembaca TribunGayo.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.

Sumber: TribunGayo
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved