Senin, 8 Juni 2026

Kupi Senye

Ramadhan Hampir Usai Akankah Kita Merindukannya

Kesedihan ini bukan tanpa alasan Ramadhan adalah bulan dimana kita merasakan kedekatan yang lebih intens dengan Allah SWT.

Tayang:
Dokumen Pribadi
OPINI TRIBUNGAYO- Tazkir SPd MPd adalah Guru SMA Negeri 1 Bukit. Ia menulis opini berjudul 'Ramadhan Hampir Usai Akankah Kita Merindukannya', Senin (24/3/2025). 

Oleh: Tazkir SPd MPd *)

Ramadhan selalu datang membawa kebahagiaan, tetapi kepergiannya meninggalkan kesedihan.

Tanpa terasa bulan yang penuh berkah ini tinggal menghitung hari sebelum meninggalkan kita.

Hati terasa pilu dan sedih membayangkan suasana yang begitu syahdu akan segera berakhir.

Kesedihan ini bukan tanpa alasan Ramadhan adalah bulan dimana kita merasakan kedekatan yang lebih intens dengan Allah SWT.

Suara seruan adzan Magrib saat berkumpulnya keluarga yang dinantikan sebagai tanda berbuka puasa akan segera hilang dari rutinitas harian.

Tidak akan terdengar lagi riuh rendah suara anak-anak yang berlarian ke masjid untuk berbuka bersama atau menikmati hidangan takjil selalu ada di setiap sudut jalan.

Tak hanya itu kebersamaan dalam berbuka puasa juga menjadi momen yang akan dirindukan.

Suasana berkumpul dengan keluarga dan sahabat dalam menyantap hidangan berbuka terasa begitu hangat dan penuh kebahagiaan.

Namun setelah Ramadhan pergi, masing-masing akan kembali disibukkan dengan aktivitas harian.

Shalat berjamaah di masjid selama sebulan menjadi kebiasaan, perlahan akan berkurang setelah Ramadhan berlalu.

Tarawih setiap malam mempertemukan kita dengan saudara-saudara seiman akan tinggal kenangan.

Alunan sendu tadarus Al-Qur’an yang menggema di setiap sudut masjid dan rumah-rumah akan semakin jarang terdengar.

Paling menyayat hati adalah tidak lagi terdengarnya suara sahur...sahur.

Jika sebelumnya kita terbiasa dibangunkan oleh suara bedug atau orang-orang yang berkeliling membangunkan sahur, setelah Ramadhan suasana dini hari akan kembali sunyi.

Tidak ada lagi perjuangan melawan kantuk untuk makan sahur, tidak ada lagi canda tawa di meja makan menjelang subuh.

Namun meski Ramadhan akan pergi semangatnya tidak boleh ikut hilang.

Kebiasaan baik yang telah kita bangun selama bulan suci ini seharusnya tetap berlanjut di bulan-bulan berikutnya.

Keistiqamahan dalam beribadah, kedekatan dengan Al-Qur’an, serta kepedulian terhadap sesama hendaknya terus dijaga.

Ramadhan memang akan meninggalkan kita tetapi bukan berarti kita harus kembali kepada kebiasaan lama sebelum Ramadhan datang.

Justru ini adalah saatnya untuk membuktikan bahwa kita benar-benar mendapatkan pelajaran dari bulan suci ini.

Jika hati kita sedih ditinggalkan Ramadhan, maka itu adalah tanda bahwa kita telah menikmati keberkahan dan keistimewaannya.

Kesedihan kita rasakan harus menjadi motivasi untuk terus memperbaiki diri.

Mari kita lanjutkan kebiasaan shalat berjamaah di masjid, melanjutkan tadarus meskipun hanya beberapa ayat setiap hari, serta tetap menjaga semangat berbagi kepada sesama.

Jangan sampai ibadah yang kita lakukan hanya menjadi rutinitas tahunan yang terhenti begitu Ramadhan berakhir.

Euforia Idul Fitri yang dinantikan juga hendaknya tidak membuat kita lalai.

Kegembiraan menyambut hari kemenangan tidak boleh menghapus semangat ibadah yang telah kita bangun.

Justru setelah Ramadhan kita diuji apakah bisa mempertahankan nilai-nilai yang telah kita pelajari.

Apakah kita tetap menjaga lisan, mengendalikan hawa nafsu, dan terus bersikap sabar sebagaimana yang kita latih selama sebulan penuh?

Ramadhan memang pergi tetapi amalannya tidak boleh pergi dari kehidupan kita tetep merindukan kedatangan Ramadhan.

Mudah-mudahan kita dipertemukan kembali dengan Ramadhan berikutnya, aamiin dan kini, kita akan kembali ke fitrah di hari yang suci menyambut kemenangan di Hari Raya Idul Fitri.

Selamat Hari Raya Idul Fitri mohon maaf lahir dan batin.

*) Penulis adalah Guru SMA Negeri 1 Bukit.

KUPI SENYE adalah rubrik opini pembaca TribunGayo.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.

Sumber: TribunGayo
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved