Senin, 15 Juni 2026

Kupi Senye

Budaya Mukemel Suku Gayo 

Orang Gayo memiliki karakter sebagai modal utama yaitu harga diri kemel, dermawan pemurah setia setie dan optimis menet maju.

Tayang:
ISTIMEWA
OPINI TRIBUNGAYO - Iman Ahmadi adalah Tokoh Muda Pelaku Adat Istiadat di Kecamatan Bebesen, Aceh Tengah. Ia menuliskan opini berjudul Budaya Mukemel Suku Gayo, Kamis (22/5/2025). 

Oleh : Iman Ahmadi SPd I *) 

Orang Gayo memiliki adat istiadat, budaya, keyakinan, dan bahasa.

Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Gayo memiliki ilmu pengetahuan, kebudayaan, peradaban, kecerdasan intelektual, dan kecerdasan emosional yang tinggi. 

Karena Manat petenah yang sering disampaikan orang tua saat anaknya akan berangkat keperantauan berpisah dengan keluarga baik menempuh pendidikan, bekerja dan lain sebagainya. 

"Muripni Turah Mukemel Anak ku boh Enti jadi jema pekemel".

Dalam bukunya C Snouck Hurgronje Het Gajoland en Zijne Bewoners mengatakan bahwa adat tradisi masyarakat Gayo yang diungkapkan dalam berbagai pepatah dan ungkapan adatnya.

Akan tetapi di Gayo kata kata adat itu merupakan pegangan hukum. 

Sebab dalam sistem budaya cultural system bermuatan pengetahuan, keyakinan, nilai agama, norma norma, aturan, hukum yang menjadi acuan bagi tingkah laku dalam kehidupan masyarakat di Gayo.

C Snouck Hurgronje mengatakan bahwa adat, sebagai suatu pedoman sehari-hari merupakan hasil yang dipraktekkan dari pengalaman hidup.

Dari masalah-masalah yang dihadapi, dari tata cara yang ditemui, dan pada akhirnya dijadikan suatu ketetapan hukum yang terus hidup dari generasi ke generasi. 

Adat Gayo sejak dahulu telah terpatri di lubuk hati masyarakatnya, karena para leluhur nenek moyang suku gayo telah mewarisakan adat syariat dan budaya sebagai panutan dan falsafah hidup orang gayo, baik dalam hubungan vertikal maupun horizontal , berbangsa, dan bernegara.

Sistem budaya gayo yang bernilai spiritual dan berorientasi pada akhlaq al karimah, membentuk pergaulan hidup bersama yang berlandaskan pada ajaran Islam dan adat istiadat dapat memberikan konstribusi yang sangat berarti bagi kemajuan Ilmu Pengetahuan, Teknologi, Iman dan Taqwa . 

Orang Gayo memiliki karakter sebagai modal utama yaitu harga diri kemel, dermawan pemurah setia setie dan optimis menet maju.

Keempat karakter ini harus dikembangkan melalui upaya yang aktif dan dinamis bidik rajin dan pantang menyerah lisik.

Mahir mencari dan dapat memanfaatkan peluang cerdik dan peningkatan kualitas keilmuan diri terdidik. 

Dengan demikian akan tercipta Sumber Daya Manusia Mersik Lisik Bidik.

Dalam budaya gayo, salah satu sebab salah kaprah adalah berlebihan atau ara tu, Malu kemel berlebihan kemel
tu, mengakibatkan kurang percaya diri atau sifat pemalu pekemel. 

Pemurah gemasih berlebihen gemasih tu akan mengakibatkan sifat pailit tiris atau tiris tu.

Setie berlebihan setie tu yang mengakibatkan mudah diperalat atau membuat suatu keputusan tanpa pertimbangan yang rasional soro gadung.

Menet maju optimis berlebihan maju tu mengakibatkan ikut ikutan tanpa arah yang jelas run ranun.

Demikian juga upaya yang berlebihan dapat mengakibatkan dampak negatif berupa pencemaran.

Bidik dinamis, aktif, motorik, dan kreatif berlebihan dapat mengakibatkan suatu pekerjaan atau tindakan action tidak terprogram atau melakukan suatu perbuatan dengan sembrono dan acak acakan cico. 

Lisik rajin, pantang menyerah kepada keadaan atau terlalu berlebihan akan dapat mengakibatkan seseorang mengerjakan dinilai minim tikik dan dari sudut kualitas dianggap rendah lemik. 

Untuk penyelesaian masalah ini, maka orang gayo memiliki karakter sebagai modal utama yaitu harga diri kemel, dermawan pemurah, setia setie dan optimis menet maju.

Keempat karakter ini harus dikembangkan melalui upaya yang aktif dan dinamis bidik, rajin dan pantang menyerah lisik, mahir mencari dan dapat memanfaatkan peluang cerdik dan peningkatan kualitas keilmuan diri terdidik.

Peran lembaga adat gayo sangat perlu dalam hal sosialisasi tentang hukum adat syariat baik di lingkungan sekolah.

Maupun ditingkat Sarak opat unsur pemerintahan di kampung di kabupaten Aceh Tengah agar budaya gayo ini tetap terjaga dan lestari.

*) Penulis adalah Tokoh Muda Pelaku Adat Istiadat di Kecamatan Bebesen, Aceh Tengah.

KUPI SENYE adalah rubrik opini pembaca TribunGayo.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.

Sumber: TribunGayo
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 00:00 WIB
Germany
Jerman
7 - 1
Curacao
Curacao
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 03:00 WIB
Netherlands
Belanda
Live
Japan
Jepang
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ivory Coast
Pantai Gading
VS
Ecuador
Ekuador
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 09:00 WIB
Sweden
Swedia
VS
Tunisia
Tunisia
Grup H - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 23:00 WIB
Spain
Spanyol
VS
Cape Verde
Tanjung Verde
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved