Senin, 8 Juni 2026

Berita Nasional Hari Ini

Forum Diskusi Meja Panjang Kembali Digelar di Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin, Ini yang Dibahas

Dalam pernyataannya, Remmy mengenang awal mula forum ini muncul dari geliat komunitas sastra saat masa keemasan Facebook.

Tayang:
Penulis: Fikar W Eda | Editor: Mawaddatul Husna
ISTIMEWA
DISKUSI - Suasana Forum Diskusi Meja Panjang.di Gedung Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin, Kamis (22/5/2025). Hal ini menandai semangat berkelanjutan Komunitas Sastra Muda Jakarta dalam menciptakan ruang ekspresi dan apresiasi sastra yang inklusif. 

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

TRIBUNGAYO. COM, JAKARTA - Forum Diskusi Meja Panjang kembali digelar di Gedung Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin, Kamis (22/5/2025).

Hal ini menandai semangat berkelanjutan Komunitas Sastra Muda Jakarta dalam menciptakan ruang ekspresi dan apresiasi sastra yang inklusif.

Forum ini digagas oleh Remmy Novaris, pendiri Dapur Sastra Jakarta dan inisiator Forum Diskusi Meja Panjang.

Dalam pernyataannya, Remmy mengenang awal mula forum ini muncul dari geliat komunitas sastra saat masa keemasan Facebook.

“Ketika majalah dan koran mulai mati, saya punya feeling: media cetak mungkin mati, tapi buku dan semangat menulis tidak.

Banyak teman-teman yang menerbitkan buku sendiri. Kami aktif berdiskusi dan saling mengkritisi karya di ruang lama PDS HB Jassin,” ungkap Remmy.

Ia menambahkan bahwa Dapur Sastra Jakarta turut mendukung berbagai kegiatan kreatif di PDS HB Jassin dan turut dipercaya dalam upaya menghidupkan diskusi dan penerbitan karya.

“Saat pengelolaan PDS HB Jassin beralih ke pemerintah daerah DKI Jakarta, ternyata aspirasi komunitas tetap diterima dan kami tetap difasilitasi, bahkan hingga kini di gedung baru,” lanjutnya.

Forum Meja Panjang pun mendapat dukungan penuh dari PDS HB Jassin. Diskusi kali ini menghadirkan narasumber dari berbagai komunitas sastra.

Mereka adalah Devie Matahari dari Komunitas Musikalisasi Puisi Indonesia, Aldiansyah Azura dari Atelir Ciremai, Lisa Chan dari Jakarta Poetry Slam. 

Diskusi dipandu oleh moderator Rizki Gatra dan Annika Nurma, dengan topik utama “Komunitas Sastra Muda Jakarta: Ruang, Relasi, dan Regenerasi”.

Lisa Chan menuturkan bahwa Jakarta Poetry Slam lahir dari kebutuhan untuk saling berbagi perasaan yang sulit diungkapkan dalam ruang keluarga.

“Kita bertiga suka bikin cerita. Tapi tidak semua bisa dibagi ke keluarga.

Maka kami memilih puisi sebagai media. Puisi itu mengajarkan empati, simpati, dan memberi ruang aman untuk melawan stagnasi lewat kata,” ujarnya.

Sumber: TribunGayo
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved