Berita Nasional Hari Ini
Hari Kebangkitan Nasional, Perempuan Suarakan Semangat Melalui Puisi
Seminar bertajuk Perempuan Berpuisi, dalam Semangat Kebangkitan Bangsa diadakan dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional.
Penulis: Fikar W Eda | Editor: Sri Widya Rahma
Laporan Fikar W Eda | Jakarta
TRIBUNGAYO.COM, JAKARTA - Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional pada Rabu (21/5/2025) di Jakarta, digelar sebuah seminar bertajuk “Perempuan Berpuisi, dalam Semangat Kebangkitan Bangsa" yang menghadirkan perempuan-perempuan dari berbagai penjuru Nusantara.
Seminar ini menjadi ruang refleksi dan afirmasi bahwa perempuan turut menjadi penggerak kebangkitan bangsa, melalui ruang-ruang ekspresi seperti puisi.
Ketua panitia Ratu Dian Hatifah SAg MPd, dalam sambutannya mengaku bahwa dirinya dulunya gemar menulis puisi, dan bangga bisa menghadirkan kegiatan yang menghidupkan kembali semangat menulis dan membaca puisi di kalangan perempuan.
“Puisi memiliki nilai tinggi, menyuarakan hati, dan menjadi bentuk keberanian perempuan menyampaikan suara,” ujarnya.
Acara ini dipandu oleh Andi Maraida dan menghadirkan Dr Ir Hetifah Sjaifudian MPP, Ketua Komisi X DPR RI, sebagai keynote speaker.
Dalam paparannya, Hetifah menyampaikan bahwa puisi adalah bentuk penting dari ekspresi budaya dan intelektual yang patut dipelajari dan diapresiasi.
“Kebangkitan bangsa bukan hanya digerakkan oleh laki-laki, tapi juga oleh perempuan. Mungkin bukan dari medan tempur bersenjata, tapi dari ruang-ruang yang lebih halus dan mendalam: cinta, kasih sayang, pena,” tutur Hetifah.
Ia menambahkan, setiap daerah memiliki budaya yang bisa menjadi “markas” kebudayaan, tempat kita kembali dan bertumbuh.
“Puisi bisa menjadi cara menggugat, cara menyembuhkan, dan senjata untuk menjaga jiwa serta tradisi. Saya yakin perempuan adalah penjaga jiwa dan penjaga tradisi,” tegas Hetifah.
Ia mengajak para peserta untuk mulai menulis dan menggunakan pena sebagai alat kebangkitan.
Narasumber utama aktivis Sanggar Matahari dan Komunitas Musikalisasi Puisi Indonesia, Devie Matahari mengangkat tema tentang peran perempuan dalam membawa kebangkitan bangsa melalui puisi.
Ia membagikan pengalamannya dalam menggerakkan dunia puisi yang melibatkan siswa dan komunitas di berbagai kota.
“Puisi adalah trauma healing, penyelamat tradisi, dan jembatan antar generasi,” kata Devie.
Ia menekankan pentingnya puisi sebagai medium refleksi, penyembuhan, sekaligus sebagai ruang perjuangan budaya.
| Cuti Bersama Idul Adha 2026: Apakah 29 Mei Termasuk Hari Libur? Ini Jadwalnya |
|
|---|
| Berikut Cara Cek Pengumuman Hasil UTBK-SNBT 2026 Hari Ini Pukul 15.00 WIB |
|
|---|
| Mulai 2 Juni 2026, Taspen Cairkan Gaji ke-13 Pensiunan ASN |
|
|---|
| Minang Diaspora Network Global Anugerahkan Penghargaan kepada Taufiq Ismail |
|
|---|
| 20 Wilayah di Indonesia Catat Suhu Maksimum Harian Tertinggi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gayo/foto/bank/originals/SEMINAR-HARI-KEBANGKITAN-NASIONAL.jpg)