Sabtu, 2 Mei 2026

Berita Aceh Tengah Hari Ini

Jejak Ragam Hias Gayo, Gerabah, Anting, Rumah Sampai Kain

Anting dengan hiasan khas ini ditemukan Tim Arkeologi di Loyang Muslimin, terbuat dari perunggu yang ditata dengan sangat indah.

Tayang:
Penulis: Fikar W Eda | Editor: Mawaddatul Husna
FOR TRIBUNGAYO.COM
RUMAH PERADABAN - Rumah Peradaban Gayoquine Bebuli Pante Gading Aceh Tengah yang berlokasi di tepi Danau Lut Tawar, Aceh Tengah. Merujuk hasil temuan arkeologi di Loyang Mendale, Loyang ujung, Karang, Loyang Pukes dan Loyang Muslimin yang dilakukan Balai Arkeologi Sumatera Utara, ternyata ragam hias motif Gayo yang sekarang dikenal dengan kerawang Gayo sudah ada sejak  zaman Gayo Prasejarah, berusia 3.000-4.000 tahun. 

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

TRIBUNGAYO.COM, JAKARTA - Merujuk hasil temuan arkeologi di Loyang Mendale, Loyang ujung, Karang, Loyang Pukes dan Loyang Muslimin yang dilakukan Balai Arkeologi Sumatera Utara, ternyata ragam hias motif Gayo yang sekarang dikenal dengan kerawang Gayo sudah ada sejak  zaman Gayo Prasejarah, berusia 3.000-4.000 tahun.

Dr Joni MN MPd BI dari Majelis Adat Gayo (MAG) Aceh Tengah, dalam “BincangKopi #7 Musara Gayo” secara virtual, Sabtu (10/4/2021), menerangkan, awalnya motif Gayo dibuat pada gerabah atau tembikar.

Pada era berikutnya, diukir pada tiang dan beberapa bagian dari rumah tempat tinggal.

Lalu berkembang lagi, motif-motif Gayo itu dilekatkan pada tikar, dan terakhir dijadikan hiasan pada kain dan pakaian seperti yang sekarang banyak ditemui.

Motif-motif yang disematkan pada kain ada yang disebut "Upuh Kio" yang dibuat dengan cara menenun.

Lalu ada yang juga disebut "Upuh Jerak" "Upuh Ulen-Ulen" serta "Upuh Kerawang"  istilah yang belakangan banyak digunakan,

Dan pembuatannya pun tidak lagi dengan carra tenun, melainkan menggunakan bahan jadi dan motìf ďibuat dengan bantuan mesin bordir.

Namun  motif-motif yang disematkan pada kain  tersebut jejaknya berasal dari era prasejarah tadi, yang ditemukan pada gerabah dan tembikar, serta anjing dengan media perunggu.

Anting dengan hiasan khas ini ditemukan Tim Arkeologi di Loyang Muslimin, terbuat dari perunggu yang ditata dengan sangat indah.

Ini membuktikan bahwa motif-motif Gayonhang saat ini berkembang demikian luas, memiliki jejak yang sangat jelas, dari era prasejarah.

Membuktikan bahwa betapa Gayo adalah salah satu suku tertua di Nusantara dan satu-satunya sesuk yang memiliki jejak pra sejarah di wilayah yang kita sebut sekarang sebagai wilayah Aceh

Kajian yang dilakukan Dr Joni, motif-motif Gayo pra sejarah yang terdapat pada gerabah itu, dikenali sebagai Pucuk Rebung, Leladu, Emun Berangkat, Puter Tali, dan Lelayang.

Dijelaskan, Pucuk Rebung dalam Peri Mestika diungkap sebagai "lemem bertona, pantas berule, taring berai". 

Artinya  bimbing dan arahkan rakyat yang belum tau dan cari-bukti dan alasan-alasan yang  tepat atas kasus yang  ditangani.

Sumber: TribunGayo
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved