Berita Nasional Hari Ini
Istilah “Ghayo O Ghayo”, Penjaga Gunung Suci dan "Lainggow"
Awalnya Gayo ditulis “Ghayo” (dengan "h" berasal dari catatan penjelajah dunia, Marcopolo, singgah di Perlak (Peureulak) pada 1292
Penulis: Fikar W Eda | Editor: Rizwan
Laporan Fikar W. Eda I Jakarta
TRIBUNGAYO.COM, JAKARTA - Awalnya Gayo ditulis “Ghayo” (dengan "h" berasal dari catatan penjelajah dunia, Marcopolo, singgah di Perlak (Peureulak) pada 1292, sekembali dari Cina menuju kampung halamannya, Itali, seperti dikutip oleh MH. Gayo, dalam bukunya “Perang Gayo Alas Melawan Kolonialis” (Balai Pustaka, 1982:36).
Marcopolo menyebut ada "kerajaan kecil” dan “laut kecil" di pedalaman. Rakyat pedalaman menyebut daerahnya "Lainggow" dan rajanya "Ghayo O Ghayo" atau "Raja Gunung Yang Suci.”
MH Gayo menduga "Kerajaan Lainggow" boleh jadi adalah sebutan untuk “Kerajaan Linge” dan "laut kecil" dalam catatan Marco Polo itu adalah Danau Lut Tawar yang ada di tepi kota Takengon.
Penulis sejarah dan budaya dari Gayo Lues, H.Salim Wahab, dalam pernyataanya pada seminar “Linge Kingdom” di Kedah Darul Aman, Mei 2012, menambahkan keterangan bahwa di Perlak, Marcopolo juga menemui kelompok orang berbahasa Gayo dan menyaksikan pertunjukan Saman.
Tidak banyak memang keterangan mengenai asal muasal Gayo.
Antropolog Belanda, Snouck Hurgronje saat menulis Gayo dalam "Het Gajoland en zijne Bewoners" yang diindonesiakan menjadi "Gayo, Masyarakat dan Kebudayaannya" (Balai Pustaka, 1986), sama sekali tidak berhasil menguraikan tentang muasal Gayo.
Ia hanya merincikan keturunan Gayo yang ada di sejumlah kejurun.
Penulis Gayo, Alm AR hakim Aman Pinan dalam “Asal Linge Awal Serule” (Pemkab Aceh Tengah, 2002) mengutip berbagai mitos dan kekeberen tentang Linge dan asal usul Gayo.
Bahwa suatu masa, terdampar seorang muda di Buntul Linge, yang kelak melahirkan keturunan dan menyebar di banyak tempat.
Namanya Genali, konon berasal dari keturunan Raja Negeri Room. Menikah dengan Putri Terus Mata dan melahirkan keturunan.
Cerita Gayo berasal atau Negeri Room, atau “Tanah Besar” dikutip AR.
Hakim dari Aman Kamalentan, seorang guru zikir. Dikisahkan, seorang anak di hanyutkan gelombang besar dan diterbangkan angin puting beliung dalam satu peristiwa alam.
Anak itu terdampar di Buntul Linge. Buntul artinnya bukit kecil. (Saya -FWD- menduga peristiwa seperti ini persis tsunami yang melanda Aceh pada 2004 silam.
Dimana kita mendengar banyak kisah prihal peristiwa alam itu)
| 1 Juni 2026 Tanggal Merah Hari Lahir Pancasila, Ini Sejarahnya |
|
|---|
| Waspadai Modus Penipuan dengan Penggunaan STNK Palsu Saat Beli Kendaraan Bekas |
|
|---|
| BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Saat Idul Adha 2026 |
|
|---|
| Cuti Bersama Idul Adha 2026: Apakah 29 Mei Termasuk Hari Libur? Ini Jadwalnya |
|
|---|
| Berikut Cara Cek Pengumuman Hasil UTBK-SNBT 2026 Hari Ini Pukul 15.00 WIB |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gayo/foto/bank/originals/Potret-wajah-orang-Gayo-Laut-seperti-dimuat-dalam-buku-MH-Gayo.jpg)