Berita Aceh Tengah Hari Ini
Merangkai Identitas Gayo dari Ceruk Mendale
Melalui temuan arkeologis tersebut, buku “Merangkai Identitas Gayo” telah memberi sedikit jawaban tentang Gayo.
Penulis: Fikar W Eda | Editor: Mawaddatul Husna
Laporan Fikar W Eda | Jakarta
TRIBUNGAYO. COM, JAKARTA - Ditengah beragam cerita tentang Gayo, terbit buku “Merangkai Identitas Gayo” (Ketut Wiradnyana dan Taufikurrahman Setiawan, Yayasan Pustaka Obor Indonesia, 2011).
Melalui buku tersebut coba menguak tabir Gayo pada zaman prasejarah, diangkat dari hasil penelitian arkeologis di ceruk Mendale, Aceh Tengah.
“Ini merupakan satu-satunya buku yang mengungkapkan prasejarah Aceh, khususnya Aceh bagian pedalaman,” kata Prof Dr Bungaran A Simanjuntak dalam pengantar buku tersebut.
Data arkeologis dari hasil penelitian di Loyang Mendale itu sangat jelas memberikan kontribusi informasi bagi ilmu pengetahuan, khususnya arkeologi dan antropologi.
Melalui temuan arkeologis tersebut, buku “Merangkai Identitas Gayo” telah memberi sedikit jawaban tentang Gayo.
Penelitian arkeologi yang tertuang dalam buku ini mendukung adanya migrasi masa neolitik melalui jalur barat.
“Dengan itu juga memunculkan hipotesis akan akar budaya neolitik di Sumatera bagian Utara, dimungkinkan dimulai dari wilayah Tanah Gayo dan kemudian menyebar ke Tanah Batak,” tulis Prof Bungaran.
Penelitian arkeologi di Ceruk Mendale antara lain menemukan adanya kerangka dengan posisi terlipat, kapak lonjong dan kapak persegi, serta gerabah dengan teknik tatap yang diukir.
Itu menggambarkan bahwa penghuni Loyang (gua) Mendale dan Loyang Ujung Karang sangat mungkin adalah kelompok yang menggunakan bahasa Austronesia, adalah sebuah rumpun bahasa yang sangat luas penyebarannya di dunia.
Dari Taiwan dan Hawaii di ujung utara sampai Selandia Baru(Aotearoa) di ujung selatan dan dari Madagaskar di ujung barat sampai Pulau Paskah (Rapanui) di ujung timur.
Kajian arkeologis, antropologis, dan etnoarkeologis atas berbagai aspek budaya yang ditemukan dalam penelitian tersebut, memperlihatkan indikasi kuat adanya aktivitas budaya prasejarah di Tanah Gayo.
Neolitik (disebut juga zaman batu menengah) adalah fase atau tingkat kebudayaan pada zaman prasejarah yang mempunyai sejumlah ciri-ciri.
Yaitu berupa unsur kebudayaan, seperti peralatan dari batu yang diasah, pertanian menetap, peternakan, dan pembuatan tembikar.
Temuan kerangka manusia purba dan benda-benda berupa anak panah, gerabah, gigi yang diratakan di Ceruk Mendale dan Ujung Karang di tepi Danau Laut Tawar.
| Teater Tudung Payung Hidupkan Ritme Kopi dalam Sengkewe Sepanjang Musim |
|
|---|
| Siswa SMPN 4 Takengon Aceh Tengah Sisihkan Uang Jajan Setiap Jumat untuk Bantu Teman Kurang Mampu |
|
|---|
| Hampir Sepekan, Aceh Tengah Diguyur Hujan Tiap Siang dan Sore Hari |
|
|---|
| Sarwa Jalami Mundur, Bupati Haili Yoga Tunjuk Iwan Kenangan sebagai Plt Kaban Kesbangpol |
|
|---|
| Diguyur Hujan Deras, Lintas Takengon Menuju Ise-Ise Masih Lancar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gayo/foto/bank/originals/Situs-sejarah-Ceruk-Mendale-1.jpg)