Selasa, 21 April 2026

Berita Aceh Tengah Hari Ini

Merangkai Identitas Gayo dari Ceruk Mendale

Melalui temuan arkeologis tersebut, buku “Merangkai Identitas Gayo” telah memberi sedikit jawaban tentang Gayo.

Penulis: Fikar W Eda | Editor: Mawaddatul Husna
ISTIMEWA
CERUK MENDALE - Situs sejarah Ceruk Mendale, yang terletak di Kecamatan Kebayakan, Kabupaten Aceh Tengah, kini menjadi salah satu destinasi wisata sejarah populer di Aceh Tengah. Penelitian arkeologi di Ceruk Mendale antara lain menemukan adanya kerangka dengan posisi terlipat, kapak lonjong dan kapak persegi, serta gerabah dengan teknik tatap yang diukir. 

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

TRIBUNGAYO. COM, JAKARTA - Ditengah beragam cerita tentang Gayo, terbit buku  “Merangkai Identitas Gayo” (Ketut Wiradnyana dan Taufikurrahman Setiawan, Yayasan Pustaka Obor Indonesia, 2011).

Melalui buku tersebut coba menguak tabir Gayo pada zaman prasejarah, diangkat dari hasil penelitian arkeologis di ceruk Mendale, Aceh Tengah

“Ini merupakan  satu-satunya buku yang mengungkapkan  prasejarah Aceh, khususnya Aceh bagian pedalaman,” kata  Prof Dr Bungaran A Simanjuntak dalam pengantar buku tersebut.

Data arkeologis dari hasil penelitian di Loyang Mendale itu sangat jelas memberikan kontribusi informasi bagi ilmu pengetahuan, khususnya arkeologi dan antropologi.

Melalui temuan arkeologis tersebut, buku “Merangkai Identitas Gayo” telah memberi sedikit jawaban tentang Gayo.

Penelitian arkeologi yang tertuang dalam buku ini mendukung adanya migrasi masa neolitik melalui jalur barat.

“Dengan itu juga memunculkan hipotesis akan akar budaya neolitik di Sumatera bagian Utara,  dimungkinkan dimulai dari wilayah Tanah Gayo dan kemudian menyebar ke Tanah Batak,” tulis Prof Bungaran.

Penelitian arkeologi di Ceruk Mendale antara lain menemukan adanya kerangka dengan posisi terlipat, kapak lonjong dan kapak persegi, serta gerabah dengan teknik tatap yang diukir.

Itu menggambarkan bahwa penghuni Loyang (gua) Mendale dan Loyang Ujung Karang sangat mungkin adalah kelompok yang menggunakan bahasa Austronesia, adalah sebuah rumpun bahasa yang sangat luas penyebarannya di dunia. 

Dari Taiwan dan Hawaii di ujung utara sampai Selandia Baru(Aotearoa) di ujung selatan dan dari Madagaskar di ujung barat sampai Pulau Paskah (Rapanui) di ujung timur. 

Kajian arkeologis, antropologis,  dan etnoarkeologis atas berbagai aspek budaya yang ditemukan dalam penelitian tersebut, memperlihatkan indikasi kuat adanya aktivitas budaya prasejarah di Tanah Gayo.

Neolitik (disebut juga zaman batu menengah) adalah fase atau tingkat kebudayaan pada zaman prasejarah yang mempunyai sejumlah ciri-ciri.

Yaitu berupa unsur kebudayaan, seperti peralatan dari batu yang diasah, pertanian menetap, peternakan, dan pembuatan tembikar.

Temuan kerangka manusia purba dan benda-benda berupa anak panah, gerabah, gigi yang diratakan di Ceruk Mendale dan Ujung Karang di tepi Danau Laut Tawar.

Sumber: TribunGayo
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved