Senin, 8 Juni 2026

Berita Aceh Hari Ini

Mahasiswa Pascasarjana Angkat Gunongan Lewat Branding Bernuansa Romantisme dan Sastra

Proyek ini merupakan bagian dari tugas akhir program Pascasarjana DKV dan dibimbing langsung oleh Dr Sulaiman Juned MSn, seorang sastrawan dan akademi

Tayang:
Penulis: Fikar W Eda | Editor: Sri Widya Rahma
ISTIMEWA
MAHASISWA ISI - Mahasiswa Pascasarjana Desain Komunikasi Visual (DKV) Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang, Mursidiq dengan objek gunongan, Juli 2025. Mahasiswa Pascasarjana Desain Komunikasi Visual (DKV) Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang, Mursidiq, menghadirkan pendekatan unik dalam membranding ulang destinasi sejarah Gunongan, karya ini dijadwalkan akan dipamerkan pada 16 Juli 2025 di Galeri ISI Padangpanjang. 

Laporan Fikar W Eda | Sumbar

TRIBUNGAYO.COM, PADANG PANJANG - Mahasiswa Pascasarjana Desain Komunikasi Visual (DKV) Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang, Mursidiq, menghadirkan pendekatan unik dalam membranding ulang destinasi sejarah Gunongan melalui karya bertajuk "Gunongan: Jejak Cinta Abadi di Tanah Rencong".

Proyek ini memadukan interpretasi sejarah, nuansa romantisme, dan kekuatan bahasa sastra sebagai medium promosi wisata yang menyentuh secara emosional dan visual.

Karya ini dijadwalkan akan dipamerkan pada Rabu 16 Juli 2025 di Galeri ISI Padang Panjang.

Proyek ini merupakan bagian dari tugas akhir program Pascasarjana DKV dan dibimbing langsung oleh Dr Sulaiman Juned MSn, seorang sastrawan dan akademisi seni asal Aceh.

Dalam proses bimbingan, Mursidiq menggali kedalaman makna Gunongan tidak hanya sebagai objek sejarah dan arsitektur, tetapi juga sebagai ruang batin dan simbol cinta yang melintasi zaman.

“Saya melihat karya Mursidiq sebagai bentuk kontemplasi visual terhadap ruang sejarah.

Ia tidak sekadar mendesain, tetapi menafsir. Dalam tafsir, sejarah bisa berbicara dengan bahasa yang lebih dalam dan manusiawi,” ujar Sulaiman Juned, yang juga dikenal sebagai sutradara teater dan dosen Pascasarjana ISI Padang Panjang.

Sulaiman menambahkan, karya ini menampilkan beragam media, mulai dari poster ilustratif, desain identitas visual destinasi, hingga konten audio visual yang kaya narasi puitis, berlatar suara alam dan musik etnik.

Gunongan dihadirkan bukan hanya sebagai bangunan fisik, tetapi juga sebagai puisi visual. (*) 

Baca juga: Naik, Segini Harga Kakao di Aceh Tenggara per Kilogramnya, Kamis 10 Juli 2025

Baca juga: Penampilan Maestro Didong dan Tari Guel dari Tanah Gayo Siap Gemparkan Jakarta

Baca juga: Seorang Ayah di Bener Meriah Tega Nodai Anak Tirinya yang Masih Dibawah Umur

Sumber: TribunGayo
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved