Selasa, 9 Juni 2026

Harga Beras

Harga Beras di Aceh Tengah Naik Lagi, Premium Capai Rp 248.000 per Karung

Harga beras di Aceh tengah kembali mengalami kenaikan sebesar Rp 3.000 per karung dengan berat 15 kilogram (Kg). 

Tayang:
Penulis: Romadani | Editor: Sri Widya Rahma
TRIBUNGAYO.COM/ROMADANI
HARGA BERAS ACEH TENGAH - Pedagang menjual beras premium dan biasa di Takengon, Kabupaten Aceh Tengah di UD Sehati di Tansaril, Rabu (16/7/2025). Update harga beras di Kabupaten Aceh Tengah, hari ini Selasa (22/7/2025).  

Laporan Romadani | Aceh Tengah

TRIBUNGAYO.COM, TAKENGON - Update harga beras di Kabupaten Aceh Tengah, hari ini Selasa (22/7/2025). 

Berdasarkan informasi yang dihimpun TribunGayo.com, harga beras di Aceh tengah kembali mengalami kenaikan sebesar Rp 3.000 per karung dengan berat 15 kilogram (Kg). 

Dilaporkan, harga beras premium saat ini mencapai Rp 248.000 per karung, harga tersebut naik dari sebelumnya yang berada di angka Rp 245.000 per karung.

Kenaikan juga terjadi pada beras biasa, dari Rp Rp 225.000 per karung kini berubah menjadi Rp 228.000 per karung.

Sementara untuk harga beras eceran berkisar antara Rp 28.000 per bambu hingga Rp 29.0000 per bambu.

“Iya naik lagi, kayaknya kalau turun kayak dulu berat lagi ni,” ujar pengelola UD Sehati di Tansaril, Aceh Tengah, Aqsa. 

Kenaikan harga beras mendapat keluhan dari masyarakat terutama para petani di Aceh Tengah.

Harga jua hasil tani tidak sebanding dengan mahalnya harga beras, ditambah lagi dengan buah kopi yang belum memasuki musim panen.

"Ini musim paceklik, ekonomi lagi susah, buah cabai mahal, kopi gak ada. Sementara beras terus naik," terang salah satu petani di Kecamatan Bebesen, Aceh Tengah, Andi. 

Ekonomi Masyarakat Aceh Tengah

Masyarakat Aceh Tengah, baik di desa maupun di kota, rata-rata membeli beras ukuran 15 kg per karungnya. 

Namun, tidak menutup kemungkinan ada pula yang membeli beras ukuran per bambu (sekitar 1,5 kg).

Apalagi, belum memasuki musim panen kopi yang membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan pokok.

Diketahui, mayoritas penduduk di dataran tinggi gayo memiliki mata pencaharian di sektor pertanian terutama kopi Gayo.

Kopi Gayo memiliki masa panen yang musiman, artinya kopi tidak selalu berbuah. 

Sumber: TribunGayo
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved