Kamis, 14 Mei 2026

Jeritan Warga Harga Beras Naik

Emak-emak di Takengon Resah Beras Oplosan, Minta Pemerintah Turun Tangan

Sejumlah warga di Kabupaten Aceh Tengah menyatakan kekhawatiran terhadap isu beredarnya beras oplosan di pasaran. 

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Alga Mahate Ara | Editor: Sri Widya Rahma
Dokumen TribunGayo.com
BERAS OPLOSAN - Wawancara bersama salah satu warga di Desa Empus Talu, Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah, Rabu (23/7/2025). Ibu rumah tangga (IRT) yang kian hari mengaku harus lebih berhati-hati sejak maraknya kabar soal beras oplosan yang disebut-sebut sudah beredar di pasaran. 

Laporan Alga Mahate Ara | Aceh Tengah

TRIBUNGAYO.COM, TAKENGON - Sejumlah warga di Kabupaten Aceh Tengah menyatakan kekhawatiran terhadap isu beredarnya beras oplosan di pasaran. 

Terlebih lagi kaum emak-emak atau ibu rumah tangga (IRT) yang kian hari mengaku harus lebih berhati-hati sejak maraknya kabar soal beras oplosan yang disebut-sebut sudah beredar di pasaran.

Mereka meminta pemerintah bertindak tegas agar beras tidak layak konsumsi itu tidak masuk ke wilayah mereka, terutama dalam program bantuan dan pasar murah.

Seorang ibu rumah tangga di desa Empus Talu Kecamatan Bebesen, Hawani (64), mengaku mengetahui informasi beras oplosan dari siaran televisi.

Ia khawatir beras tersebut sudah sempat dikonsumsi masyarakat tanpa disadari.

“Tentu khawatir, mungkin saja sudah pernah kami makan. Apalagi kalau itu beras bantuan atau yang dijual di pasar murah. Kadang kalau dipicit mudah patah,” ujarnya kepada TribunGayo.com, pada Selasa (22/7/2025).

Untuk mencegah hal yang tidak diinginkan, Hawani mengaku lebih teliti dalam memilih dan mengolah beras sebelum dimasak.

“Sebelum dimasak, kami ayak dulu. Kami harus jeli supaya bisa memilih beras yang bersih,” ucapnya.

Ia pun berharap pemerintah lebih serius dalam mengawasi distribusi beras di daerah, khususnya beras bantuan atau pasar murah yang rentan disalahgunakan.

“Kami minta pemerintah bertanggung jawab agar beras oplosan tidak masuk ke tempat kami. Ini kan untuk dimakan keluarga,” pungkasnya.

Merek Beras Diduga Oplosan

Dikutip dari TribunGayo.com, berikut daftar merek beras yang diduga oplosan yang tersebar di wilayah Aceh: 

  1. Wilmar Group: Sania, Sovia, Fortune, Siip (Aceh, Lampung, Sulsel, Jabodetabek, Yogyakarta).
  2. PT Food Station Tjipinang Jaya: Alfamidi Setra Pulen, Setra Ramos, Food Station (Aceh, Sulsel, Kalsel, Jabar).
  3. PT Belitang Panen Raya: Raja Platinum, Raja Ultima (Jateng, Aceh, Jabar, Jabodetabek).
  4. PT Bintang Terang Lestari Abadi: Elephas Maximus, Slyp Hummer (Sumut, Aceh).

Waspadai Ciri-Ciri Beras Oplosan

Bagi masyarakat yang khawatir akan beras oplosan, dapat melihat ciri-cirinya langsung menurut Prof Tajuddin Bantacut, pakar teknologi industri Pertanian dari IPB, berikut:  

  • Warna butiran tak seragam.
  • Tekstur nasi lembek setelah dimasak.
  • Ada aroma tak wajar atau berbau menyengat.
  • Butirannya berbeda ukuran atau tampak terlalu mengkilap. (*)

Baca juga: Harga Beras di Aceh Tengah Masih Tinggi, Warga Ramai Beralih ke Beras Biasa

Baca juga: Harga Beras di Aceh Tengah Naik Lagi, Premium Capai Rp 248.000 per Karung

Baca juga: Harga Beras di Bener Meriah Kembali Naik, Berikut Rinciannya Hari Ini 

Sumber: TribunGayo
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved