Berita Aceh Tengah Hari Ini

Ribuan Masyarakat Antusias Saksikan Final Pacuan Kuda Tradisional di Belang Bebangka

Pacuan kuda ini merupakan tradisi yang sudah turun-temurun dan menjadi kebanggaan masyarakat Gayo.

Penulis: Alga Mahate Ara | Editor: Mawaddatul Husna
TRIBUNGAYO.COM/ALGA MAHATE ARA
PACUAN KUDA - Antusiasme masyarakat menonton pacuan kuda di lapangan MH Hasan Gayo, Belang Bebangka, Pegasing, Aceh Tengah, Minggu (31/8/2025). Even tahunan ini diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tengah melalui KONI Aceh Tengah, sebagai bentuk pelestarian budaya sekaligus ajang silaturahmi antar masyarakat. 

Laporan Alga Mahate Ara | Aceh Tengah

TRIBUNGAYO.COM, TAKENGON - Ribuan penonton memadati tribun dan sisi lintasan di Lapangan HM Hasan Gayo, Belang Bebangka, Kabupaten Aceh Tengah untuk menyaksikan final Pacuan Kuda Tradisional Gayo yang digelar hari ini, Minggu (31/8/2025).

Sebanyak 218 ekor kuda dari tiga kabupaten di dataran tinggi Gayo yaitu Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues ambil bagian dalam ajang bergengsi ini. 

Pacuan kuda ini merupakan tradisi yang sudah turun-temurun dan menjadi kebanggaan masyarakat Gayo.

Even tahunan ini diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tengah melalui KONI Aceh Tengah, sebagai bentuk pelestarian budaya sekaligus ajang silaturahmi antar masyarakat.

Suasana Lapangan HM Hasan Gayo tampak sangat meriah.

Tribun penonton penuh sesak, sementara masyarakat yang tidak kebagian tempat duduk rela berdiri di sepanjang lintasan.

Guna menyaksikan langsung aksi para joki cilik menunggang kuda pacu dengan kecepatan tinggi di atas lintasan tanah berdebu.

Selain pacuan kuda, area sekitar lapangan juga dipenuhi tenda-tenda biru tempat warga menjual makanan, minuman dan berbagai hiburan rakyat. 

Beberapa wahana permainan anak juga terlihat turut meramaikan suasana, menjadikan acara ini sebagai pesta rakyat yang dinanti-nanti setiap tahunnya.

“Setiap tahun saya selalu datang ke sini, suasananya luar biasa meriah.

Pacuan kuda ini bukan sekadar lomba, tapi sudah jadi bagian dari budaya kami,” ujar Rahmad, salah satu penonton asal Bener Meriah.

Pacuan Kuda Tradisional Gayo ini bukan hanya soal kecepatan, tapi juga menjadi simbol kekuatan budaya dan kebersamaan masyarakat dataran tinggi Gayo.

Sejarah Pacuan Kuda

Pacuan kuda di Gayo bukan sekadar olahraga. 

Ini adalah warisan budaya yang telah hidup dan berkembang selama lebih dari satu abad di dataran tinggi Aceh Tengah.

Sumber: TribunGayo
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved