Minggu, 3 Mei 2026

Berita Aceh Tengah Hari Ini

Black Coffee: Dari Tanah Gayo Menuju Panggung Dunia

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemenlu RI) menyatakan dukungannya terhadap film Black Coffee.

Tayang:
Penulis: Fikar W Eda | Editor: Sri Widya Rahma
ISTIMEWA
FILM BLACK COFFEE - Delegasi Black Coffee saat diterima di Kemenlu RI, Senin (29/9/2025). Film Black Coffee yang lahir dari dataran tinggi Gayo, Aceh, siap mengharumkan nama Indonesia di ajang perfilman internasional. 

Laporan  Fikar W Eda | Jakarta

TRIBUN GAYO.COM, JAKARTA - Film Black Coffee yang lahir dari dataran tinggi Gayo, Aceh, siap mengharumkan nama Indonesia di ajang perfilman internasional.

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemenlu RI) menyatakan dukungannya terhadap film ini, yang tidak hanya mengangkat kopi Gayo, salah satu komoditas terbaik dunia tetapi juga menampilkan kekayaan budaya masyarakat Gayo.

Dibintangi oleh aktor-aktor ternama seperti Reza Rahadian, Ine Febriyanti, dan Asmara Abigail, film ini menghadirkan kolaborasi antara sineas nasional dan talenta lokal Gayo.

Kisahnya berpusat pada kehidupan seorang petani kopi tunanetra, dengan akhir cerita sederhana namun sarat makna tentang harapan.

Sutradara Jeremias Nyangoen atau Jerry bersama Tim Black Coffee diterima di Kementerian Luar Negeri, Senin (29/9/2025).

Dalam pertemuan itu Jerry mengungkapkan bahwa Black Coffee merupakan representasi budaya Indonesia sekaligus bentuk diplomasi kreatif.

“Awalnya kami membidik Berlin, namun waktu persiapan terbatas. Akhirnya kami memilih Venesia agar lebih matang.

Film ini spesial, karena bukan hanya tentang kopi dan petani, tetapi juga simbol kebanggaan: Menlu kita berasal dari Gayo. Jadi film ini sekaligus pesan diplomasi budaya,” jelas Jerry.

Direktur Informasi Publik Kemenlu, Ani Nigeriwati menilai film ini sebagai bagian dari soft power Indonesia.

“Kemenlu siap mendukung dengan jalur komunikasi ke kedutaan dan diaspora. Jika ada kebutuhan diplomasi untuk festival, kami akan informasikan ke perwakilan di luar negeri.

Black Coffee bukan sekadar film, melainkan juga promosi negara,” ujar Ani Nigeriwati.

Tokoh muda Gayo, Irmansyah menekankan bahwa kopi dan budaya adalah identitas masyarakat Gayo.

“Kopi menjadi sumber kehidupan bagi orang Gayo. Dari kopi, kita bisa sekolah, bahkan beribadah ke Baitullah.

Film ini juga menampilkan Danau Laut Tawar sebagai ikon Aceh Tengah, sehingga menjadi sarana diplomasi untuk kemajuan wilayah tengah Aceh,” katanya.

Sumber: TribunGayo
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved