Selasa, 5 Mei 2026

Berita Aceh Tengah Hari Ini

Warga Ise-Ise Datangi Kantor Reje Protes Data Bantuan Jadup dan Huntara Aceh Tengah

Mereka menyebut jumlah rumah yang benar-benar terdampak bencana di kampung tersebut hanya sekitar tujuh unit.

Tayang:
Penulis: Romadani | Editor: Mawaddatul Husna
ISTIMEWA
PROTES JADUP HUNTARA - Sejumlah warga Kampung Ise-Ise, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah mendatangi kantor reje (kepala desa) untuk memprotes dugaan ketidaktepatan data penerima bantuan pascabencana, khususnya bantuan Jaminan Hidup (Jadup) dan Hunian Sementara (Huntara), Senin (16/3/2026) 

Ringkasan Berita:
  • Sejumlah warga Kampung Ise-Ise, Kecamatan Linge, Aceh Tengah mendatangi kantor reje untuk memprotes dugaan ketidaktepatan data penerima bantuan pascabencana, khususnya bantuan Jaminan Hidup (Jadup) dan Hunian Sementara (Huntara), Senin (16/3/2026)
  • Salah satu warga Kampung Ise-Ise yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaannya terhadap kondisi tersebut.
  • Menurutnya, sejumlah rumah yang tercatat sebagai penerima bantuan sebenarnya tidak mengalami kerusakan berarti akibat bencana.

Laporan Wartawan Tribun Gayo Romadani | Aceh Tengah

TribunGayo.com, TAKENGON – Sejumlah warga Kampung Ise-Ise, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah mendatangi kantor reje (kepala desa) untuk memprotes dugaan ketidaktepatan data penerima bantuan pascabencana, khususnya bantuan Jaminan Hidup (Jadup) dan Hunian Sementara (Huntara), Senin (16/3/2026).

Warga menilai pendataan penerima bantuan tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan.

Mereka menyebut jumlah rumah yang benar-benar terdampak bencana di kampung tersebut hanya sekitar tujuh unit.

Namun dalam daftar penerima bantuan justru tercatat hingga sekitar 25 orang.

Salah satu warga Kampung Ise-Ise yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaannya terhadap kondisi tersebut.

Menurutnya, sejumlah rumah yang tercatat sebagai penerima bantuan sebenarnya tidak mengalami kerusakan berarti akibat bencana.

Bahkan ia menduga ada rumah yang sengaja dirusak agar terlihat terdampak sehingga dapat masuk dalam daftar penerima bantuan.

“Di kampung kami rumah yang terdampak bencana sebenarnya hanya sekitar tujuh rumah.

Tapi yang tercatat menerima bantuan sampai 25 orang. Padahal ada rumah yang sebenarnya tidak kenapa-kenapa,” ujarnya.

Bantuan Tidak Tepat Sasaran

Ia juga menyebut sebagian warga sangat kecewa karena merasa bantuan yang seharusnya diberikan kepada korban yang benar-benar terdampak justru tidak tepat sasaran.

“Kasihan ibu-ibu ini, sudah beberapa kali menyampaikan protes tapi seperti tidak didengar,” katanya.

Dalam sebuah video yang diperoleh TribunGayo.com, terlihat kondisi salah satu rumah yang disebut menerima bantuan meski tidak mengalami kerusakan berarti.

Dalam rekaman tersebut juga tampak bagian tanah di sekitar rumah disebut sengaja ditimbun untuk memperlihatkan seolah-olah terdampak bencana.

Video lainnya, memperlihatkan suasana warga yang menyampaikan keluhan mereka dengan nada kecewa terkait pendataan bantuan tersebut.

Sumber: TribunGayo
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved