Rabu, 15 April 2026

Advertorial

Belajar Kopi dari Bung Roma, Baca Puisi Ditengah Panen Buntul Sara Ine

Dalam sesi edukasi tersebut, Bung Roma berbagi pengetahuan kepada peserta mengenai proses budidaya kopi secara menyeluruh.

Penulis: Fikar W Eda | Editor: Mawaddatul Husna
ISTIMEWA
WISATA EDUKASI KEBUN KOPI - Bung Roma saat menjelaskan budi daya kopi dalam Sengkewe Sepanjang Musim di kebun miliknya di Kem Pegayon Buntul Sara Ine, Bener Meriah, Jumat (3/4/2026). Menariknya, para peserta yang mengikuti kegiatan wisata edukasi kopi ini juga ikut terlibat dalam proses panen dan menerima upah langsung saat menyerahkan hasil petikan kopi kepada pemilik kebun. 
Ringkasan Berita:
  • Dalam sesi edukasi tersebut, Bung Roma berbagi pengetahuan kepada peserta mengenai proses budidaya kopi secara menyeluruh, mulai penyiapan lahan, pembibitan, penanaman, perawatan tanaman, hingga proses panen. 
  • Para peserta yang mengikuti kegiatan wisata edukasi kopi ini juga ikut terlibat dalam proses panen dan menerima upah langsung saat menyerahkan hasil petikan kopi kepada pemilik kebun.

TribunGayo.com, BENER MERIAH - Kegiatan wisata edukasi kebun kopi yang menjadi bagian dari rangkaian program Sengkewe Sepanjang Musim berlangsung di Kebun Kopi Kem Pegayon, Buntul Sara Ine, Kabupaten Bener Meriah, Jumat (3/4/2026) pukul 09.30–11.30 WIB.

Kegiatan ini dipandu oleh Mauludin Roma akrab disapa Bung Roma seorang pengelola kebun kopi yang telah lama berpengalaman dalam praktik budidaya kopi Gayo.

Dalam sesi edukasi tersebut, Bung Roma berbagi pengetahuan kepada peserta mengenai proses budidaya kopi secara menyeluruh, mulai penyiapan lahan, pembibitan, penanaman, perawatan tanaman, hingga proses panen. 

Ia juga menjelaskan bahwa sebagian besar proses panen kopi di Tanah Gayo selama ini dikerjakan oleh perempuan, yang menjadi tulang punggung dalam rantai kerja kopi di tingkat kebun.

Selain itu, peserta juga diperkenalkan pada tahapan pascapanen kopi, mulai dari proses penggilingan buah kopi menjadi gabah, pencucian gabah, penjemuran, hingga tahap akhir menjadi green bean atau kopi labu yang siap masuk proses perdagangan.

Suasana edukasi berlangsung hangat dan unik. Di sela-sela kegiatan panen kopi, sejumlah penyair membacakan puisi ditengah kebun.

Sebagian diantaranya bersyair sambil memainkan alat musik tradisional, menghadirkan perpaduan antara kerja kebun dan ekspresi seni yang khas Tanah Gayo. 

Bung Roma bahkan turut meniup “terompet” yang terbuat dari tanduk kerbau, menambah nuansa  simbolik dalam kegiatan tersebut.

Peserta Ikut Panen Kopi dan Menerima Upah

Sejumlah seniman yang tampil dalam kegiatan ini antara lain Salman Yoga, Purnama Kahar, Fikar W Eda membacakan puisi sambil memainkan canang, Azzam Pegayon dan Aman Rike menampilkan Didong bertajuk “Cerite Ni Kupi.”

Menariknya, para peserta yang mengikuti kegiatan wisata edukasi kopi ini juga ikut terlibat dalam proses panen dan menerima upah langsung saat menyerahkan hasil petikan kopi kepada pemilik kebun.

Pengalaman ini memberi pemahaman nyata tentang nilai kerja dalam produksi kopi Gayo sekaligus mempererat hubungan antara seni, edukasi, dan praktik pertanian masyarakat.

Kegiatan wisata dan edukasi kebun kopi ini merupakan bagian dari rangkaian program Sengkewe Sepanjang Musim yang diselenggarakan oleh Komunitas Desember Kopi Gayo atas dukungan Dana Indonesiana, LPDP, dan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

Program ini dirancang sebagai ruang perjumpaan antara tradisi, perempuan kopi, sastra, dan praktik hidup masyarakat kebun di Tanah Gayo. (***Fikar W Eda***) 

Baca juga: Teri Enda Wahyuni Serukan Petani Kopi Gayo kembali ke Organik, Diawali Film Dokumenter Uni Inen Iko

 

Sumber: TribunGayo
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved