Rabu, 22 April 2026

Berita Bener Meriah Hari Ini

Kolaborasi BPJN Aceh dan TNI: Jembatan Bailey Jamur Ujung Dikebut, Progres Capai 50 Persen

Tingginya intensitas hujan di lokasi menjadi kendala utama bagi tim di lapangan, namun personel gabungan Kementerian PU dan TNI tetap bekerja ekstra.

Penulis: Bustami | Editor: Sri Widya Rahma
ISTIMEWA
JEMBATAN JAMUR UJUNG - Proses pengerjaan Jembatan Jamur Ujung di Kecamatan Wih Pesam, Kabupaten Bener Meriah, Jumat (2/1/2026). Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh melalui Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah III, terus memacu percepatan penanganan Jembatan Jamur Ujung di Kecamatan Wih Pesam, Kabupaten Bener Meriah. 

Ringkasan Berita:
  • BPJN Aceh melalui Satker PJN Wilayah III sedang mempercepat penanganan Jembatan Jamur Ujung di Kecamatan Wih Pesam, Bener Meriah.
  •  Meski terkendala cuaca ekstrem, pemasangan jembatan darurat (Bailey) sudah menunjukkan progres signifikan dengan capaian 50 persen.
  • Perbaikan dilakukan secara kolaboratif antara Kementerian PU dan TNI, dengan fokus di dua titik utama.

Laporan Wartawan Tribun Gayo Bustami | Bener Meriah

TribunGayo.com, REDELONG - Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh melalui Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah III, terus memacu percepatan penanganan Jembatan Jamur Ujung di Kecamatan Wih Pesam, Kabupaten Bener Meriah.

Baca juga: Status Siaga, Aktivitas Vulkanik Gunung Api Burni Telong di Bener Meriah Masih Tinggi

Meski diadang tantangan cuaca ekstrem, proyek pemasangan jembatan darurat (Bailey) ini menunjukkan perkembangan signifikan.

Hingga saat ini, progres pengerjaan secara akumulatif telah mencapai 50 persen.

Jembatan yang menjadi urat nadi transportasi di lintasan tengah Aceh tersebut ditargetkan dapat fungsional kembali pada pertengahan Januari 2026.

Kepala Satker PJN Wilayah III Aceh, Azis mengklarifikasi bahwa struktur utama Jembatan Jamur Ujung sebenarnya tidak ambruk sepenuhnya.

Kerusakan fatal justru terjadi pada kedua pangkal jembatan.

"Struktur utama jembatan masih kokoh berdiri. Namun, kedua ujungnya terputus akibat terjangan banjir bandang yang mengikis fondasi penyangga," ungkap Azis kepada TribunGayo.com, Jumat (2/1/2026).

Saat ini, perbaikan dilakukan melalui kolaborasi intensif antara Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan TNI.

Fokus pengerjaan terbagi di dua titik utama guna memulihkan konektivitas antarwilayah secepat mungkin.

Rincian Progres Lapangan

Berdasarkan data teknis, pengerjaan dibagi ke dalam dua segmen utama:

Sisi Bener Meriah- Takengon

  • Kerusakan: 30 Meter
  • Progres: 80 persen
  • Estimasi Rampung:  Kamis (8/1/2026) 

Sisi Takengon- Bener Meriah

  • Kerusakan: 25 Meter
  • Progres: 10 persen
  • Estimasi Rampung: Kamis (15/1/2026)

Tantangan Cuaca dan Keselamatan Kerja

Tingginya intensitas hujan di lokasi menjadi kendala utama bagi tim di lapangan.

Baca juga: Kunjungi Pengungsi Gunung Burni Telong di Bener Meriah, Kepala BNPB Minta Warga Tetap Tenang

Kendati demikian, personel gabungan Kementerian PU dan TNI tetap bekerja ekstra demi mengejar target fungsionalitas jembatan.

Sumber: TribunGayo
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved