Sabtu, 25 April 2026

Pegadaian Championship

Influencer dan Penonton Dilarang Rekam Bebas Pertandingan, Ini Regulasi Baru I. League

Kompetisi Pegadaian Championship 2025/2026 terus berbenah untuk menjaga kualitas pertandingan dan melindungi hak siar resmi.

Penulis: Kiki Adelia | Editor: Rizwan
Generated by AI
PENONTON - Penonton yang kedapatan merekam video pertandingan dan jika dianggap melanggar maka akan dikenakan sanksi, video tersebutpun akan dilakukan proses take down. 

TRIBUNGAYO.COM - Kompetisi Pegadaian Championship 2025/2026 terus berbenah untuk menjaga kualitas pertandingan dan melindungi hak siar resmi.

Kini sebagai operator kompetisi Pegadaian Championship 2025/2026, I. League telah mengeluarkan federasi dengan mengeluarkan regulasi terbaru yang cukup mengejutkan para para pecinta sepakbola.

Aturan terbaru tersebut menyebut penonton yang hadir di stadion khususnya di tribun penonton tidak diperbolehkan mengambil video jalannya pertandingan dan di upload ke akun sosial media.

Informasi mengenai regulasi terbaru yang dibuat oleh I.League itu diperoleh melalui Media Officer Klub Persiraja Banda Aceh.

"Ya regulasi tersebut berdasarkan workshop yang kami hadiri beberapa waktu lalu di Jakarta", ungkap Ariful Usman Media Officer Persiraja Banda Aceh kepada TribunGayo.com, Selasa (9/9/2025).

Regulasi baru I.League menegaskan bahwa setiap penonton yang datang ke stadion hanya diperbolehkan menonton dan mendukung tim kesayangannya secara langsung. 

"Video dari pinggir lapangan atau dari tribun tidak boleh diambil lagi, kecuali media klub atau official liga", tegas Ariful.

Segala bentuk perekaman video pertandingan menggunakan ponsel maupun kamera profesional dilarang keras.

Tujuan utama larangan ini berindikasi dapat mengganggu penonton lain, karena menggunakan HP selama pertandingan dan dianggap melakukan PIRACY dimana hak atas digital dimiliki oleh EMTEK dan I.League.

Bagi penonton, aturan ini tentunya menjadi tantangan baru karena sebelumnya rekaman singkat dari tribun, baik berupa cuplikan gol, selebrasi, maupun momen unik, sering kali viral di media sosial.

"Jika diupload ke akun medsos, akan direview pihak EMTEK, bisa ditake down dan paling fatal, jika terulang, akun media sosialnya dihapus oleh pihak Meta", pungkas Ariful.

I.League tidak main-main dalam penerapan aturan ini. 

Jika ada video yang diupload oleh penonton maka akan di riview oleh Tim Anti Piracy EMTEK.

Penonton yang kedapatan merekam video pertandingan dan jika dianggap melanggar maka akan dikenakan sanksi, video tersebutpun akan dilakukan proses take down.

Hal ini sesuai dengan komitmen I.League untuk menjaga nilai komersial kompetisi sebagai penyiar resmi.

Sumber: TribunGayo
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved