Sabtu, 9 Mei 2026

Berita Nasional Hari Ini

Tata Suara Dalam Film, Sisi Penting yang Sering Terlupakan

Dalam paparannya, Maksalmina menekankan bahwa film tidak cukup hanya dinikmati dari alur ceritanya.

Tayang:
Penulis: Fikar W Eda | Editor: Sri Widya Rahma
ISTIMEWA
KOMUNITAS SENI KUFLET - Peserta diskusi membahas tata suara dalam film di Komunitas Kuflet Padang Panjang. Kegiatan ini menghadirkan Maksalmina SSn MSn, seorang alumnus Kuflet yang dikenal memiliki keahlian di bidang tata suara. 

Laporan Fikar W Eda | Padangpanjang

TRIBUNGAYO.COM, PADANGPANJANG - Komunitas Seni Kuflet kembali menggelar diskusi rutin bertajuk “Tata Suara dalam Film” di Sekretariat Kuflet, Kota Padang Panjang, Sabtu (4/10/2025).

Kegiatan ini menghadirkan Maksalmina SSn MSn, seorang alumnus Kuflet yang dikenal memiliki keahlian di bidang tata suara.

Sekretaris Harian Kuflet, Teuku Al-Faruq menjelaskan bahwa diskusi ini merupakan bagian dari upaya Kuflet memperkuat pemahaman teknis dan artistik di kalangan pegiat film muda.

“Kami ingin ruang diskusi ini menjadi tempat belajar bersama bagi mahasiswa dan komunitas film agar tidak hanya fokus pada visual, tetapi juga memahami pentingnya tata suara,” ujarnya.

Dalam paparannya, Maksalmina menekankan bahwa film tidak cukup hanya dinikmati dari alur ceritanya.

“Penonton perlu memperhatikan elemen teknis seperti sudut pengambilan gambar, warna, cahaya, dan terutama suara,” jelasnya.

Ia menambahkan, kualitas audio sering kali terabaikan, padahal suara adalah unsur utama dalam sinema.

“Film itu disebut audio visual. Kata pertama saja sudah audio, tapi justru sering dianggap sepele. Padahal, audio yang bersih dan kuat mampu menghidupkan cerita,” tegasnya.

Pendiri Kuflet, Dr Sulaiman Juned MSn, menyambut baik diskusi ini.

Menurutnya, kegiatan tersebut memberi wawasan penting tentang tahapan sound design, perekaman foley, pengisian ambient, hingga proses mixing menggunakan perangkat lunak profesional.

“Peserta juga diberi kesempatan bertanya dan mencoba memahami bagaimana suara dapat membangun suasana film,” ujar sastrawan dan sutradara teater tersebut.

Maksalmina menutup sesi dengan penekanan penting.

“Dialog harus tetap jelas, sementara efek suara dan musik perlu diatur agar tidak menenggelamkan cerita," tegasnya.

Melalui diskusi ini, Kuflet berharap para pembuat film muda semakin memahami bahwa kekuatan sinema tidak hanya terletak pada gambar, tetapi juga pada suara yang menggerakkan emosi penonton. (*) 

Baca juga: Kuflet Bersama Perupa Hamzah Diskusikan Seni Rupa Kontemporer

Baca juga: Komunitas Seni Kuflet Padang Panjang Roadshow Literasi ke 11 Kabupaten di Aceh, Termasuk Takengon

Baca juga: Komunitas Seni Kuflet Susun Program Kerja, Akan Selenggarakan Event Seni

Sumber: TribunGayo
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved