Minggu, 19 April 2026

Kapan Membaca Niat Puasa Qadha? Ini Waktu dan Ketentuannya

Dalam praktiknya, niat puasa qadha harus dilakukan pada malam hari sebelum terbit fajar.

Generated by AI
BERBUKA PUASA - Foto ilustrasi hasil olah kecerdasan buatan AI umat muslim sedang berbuka puasa, Sabtu (8/2/2025). Puasa qadha dapat dilakukan kapan saja setelah Idulfitri hingga menjelang Ramadan berikutnya. 

Ringkasan Berita:
  • Menurut Wahbah az-Zuhaili dalam kitab Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu, puasa qadha merupakan bentuk tanggung jawab ibadah yang tidak gugur hanya karena waktu telah berlalu.
  • Kewajiban tersebut tetap melekat hingga ditunaikan.

TRIBUNGAYO.COM - Ibadah puasa Ramadhan 1447 H baru saja selesai. 

Namun, bagi yang tidak puasa karena uzur syar'i maka menjadi kewajiban untuk mengqadhanya.

Adapun uzur syar’i seperti sakit, safar, haid, nifas, maupun sebab lain yang dibenarkan.

Dasar hukum kewajiban ini termaktub dalam Al-Qur’an, khususnya Surah Al-Baqarah ayat 184, yang menegaskan bahwa orang yang tidak berpuasa karena alasan tertentu wajib menggantinya di hari lain.

Ayat ini juga memberikan keringanan berupa fidyah bagi mereka yang benar-benar tidak mampu mengganti puasa.

Menurut Wahbah az-Zuhaili dalam kitab Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu, puasa qadha merupakan bentuk tanggung jawab ibadah yang tidak gugur hanya karena waktu telah berlalu.

Kewajiban tersebut tetap melekat hingga ditunaikan.

Niat Puasa Qadha

Niat menjadi unsur esensial dalam setiap ibadah, termasuk puasa qadha

Dalam praktiknya, niat puasa qadha harus dilakukan pada malam hari sebelum terbit fajar.

Hal ini merujuk pada pendapat mayoritas ulama dari mazhab Syafi’i, Maliki, dan Hanbali yang menegaskan bahwa puasa wajib, termasuk qadha, tidak sah tanpa niat yang dilakukan sebelum fajar.

Pendapat ini juga dijelaskan dalam kitab Fath al-Qarib karya Ibnu Qasim al-Ghazi, yang menyebutkan bahwa niat puasa wajib harus dilakukan pada malam hari sebagai bentuk ketegasan dalam ibadah.

Adapun bacaan niat puasa qadha adalah:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an qadha’i fardhi syahri Ramadhana lillahi ta’ala.

Artinya: “Aku berniat untuk mengqadha puasa Ramadan esok hari karena Allah SWT.”

Rentang Waktu Pelaksanaan Puasa Qadha

Puasa qadha dapat dilakukan kapan saja setelah Idulfitri hingga menjelang Ramadan berikutnya. 

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved