Kamis, 21 Mei 2026

Haji 2026

PPIH Arab Saudi Bentuk Tim Khusus Mina untuk Jemaah Lansia dan Sakit

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi membentuk Tim Khusus (Timsus) Mina.

Tayang:
Surya.co.id/Galih Lintartika
MASJIDIL HARAM - Suasana di Masjidil Haram, Mekkah saat pelaksanaan ibadah haji 1444H/2023. PPIH Arab Saudi membentuk Tim Khusus (Timsus) Mina pada musim haji 2026. Hal ini bertujuan untuk mengoptimalkan layanan pelindungan serta pembinaan bagi jemaah haji, khususnya lansia dan sakit saat puncak haji. 

Ringkasan Berita:
  • Harun memaparkan, tugas pokok Timsus Mina meliputi pengawasan, penyambutan, serta pemantauan pergerakan jemaah haji yang baru tiba dari Muzdalifah menuju Jamrah Aqobah.
  • Selain itu, mereka juga bersiap menyambut jemaah haji yang mengambil skema murur atau melintas dari Arafah. 
  • Fase kedatangan di Mina merupakan waktu yang sangat krusial karena berpotensi memicu kepadatan dan kelelahan fisik yang tinggi.

TRIBUNGAYO.COM - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi membentuk Tim Khusus (Timsus) Mina.

Hal ini bertujuan untuk mengoptimalkan layanan pelindungan serta pembinaan bagi jemaah haji, khususnya lansia dan sakit saat puncak haji.

Koordinator Bidang Satuan Operasi Arafah Muzdalifah dan Mina (Satop Armuzna) dan Pelindungan Jemaah PPIH Arab Saudi, Harun Arrasyid Usman, menjelaskan bahwa tim ini beranggotakan personel Pelindungan Jemaah (Linjam) yang berpengalaman karena telah bertugas minimal satu kali pada operasional haji sebelumnya.

"Rekan-rekan ini diberangkatkan pada tanggal 8 Zulhijah malam dan langsung menuju Mina tanpa melalui Arafah. 

Dengan skema ini, tenaga mereka dinilai masih fresh untuk langsung memberikan bantuan maksimal saat jemaah haji tiba," ujar Harun usai mengecek jalur pergerakan dari Mina menuju Jamarat, Minggu (17/5/2026) dilansir dari website Kemenhaj, Senin (18/5/2026).

Harun memaparkan, tugas pokok Timsus Mina meliputi pengawasan, penyambutan, serta pemantauan pergerakan jemaah haji yang baru tiba dari Muzdalifah menuju Jamrah Aqobah.

Selain itu, mereka juga bersiap menyambut jemaah haji yang mengambil skema murur atau melintas dari Arafah. 

Fase kedatangan di Mina merupakan waktu yang sangat krusial karena berpotensi memicu kepadatan dan kelelahan fisik yang tinggi.

Sebagian Besar Jemaah Haji Indonesia Tempati Wilayah Zona 3 dan Zona 5

Terkait pemetaan wilayah maktab, Harun menyebutkan bahwa sebagian besar jemaah haji Indonesia menempati wilayah Zona 3 dan Zona 5 di dekat Terowongan Muaisim. 

Mereka terbagi ke dalam 61 markas, mulai dari maktab kecil di wilayah bawah hingga maktab besar di wilayah atas.

Sementara itu untuk skema tanazul atau langsung pulang ke hotel setelah lempar jumrah Aqobah.

Rencananya akan ditempatkan di Zona 5 dan saat ini masih dalam tahap perumusan final sebelum diumumkan secara serentak.

Demi menjaga kelancaran dan keselamatan pergerakan massa, Harun juga mengeluarkan imbauan penting bagi jemaah haji yang tinggal di tenda Mina agar tidak berpindah lantai saat melakukan prosesi melontar jumrah.

"Bagi jemaah haji yang tinggal di tenda Mina, pelaksanaan jamarat diprioritaskan di lantai 3. 

Kami mengimbau setelah selesai melontar jumrah, jangan turun ke lantai bawah. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved