Berita Internasional
Catatan dari Korea: Perjalanan Enam Jam Seoul- Busan
Pagi, 5 Juni 2026, di penginapan Namsan 2023 sibuk sekali. Pukul 03.09 sudah ada yang bangun, bersiap.
Penulis: Fikar W Eda | Editor: Rizwan
Ringkasan Berita:
- Anggota rombongan 19 orang kamar mandi tiga, jadi harus gantian. Setelah semua persiapan selesai, mulai dilanjut perjalanan ke stasiun kereta.
- Ada rute yang lebih singkat. Jalannya juga menurun. Pengelola penginapan, bersedia mendampingi sampai stasiun. Juga dengan berjalan kaki.
- Tiba di stasiun Seoul tepat waktu. Menunggu sejenak dan mengisi perut dengan onigiri. Nasi campuran tuna dengan bungkus rumput laut.
Laporan Fikar W. Eda I Busan Korea Selatan
TRIBUNGAYO.COM, BUSAN - Pagi, 5 Juni 2026, di penginapan Namsan 2023 sibuk sekali. Pukul 03.09 sudah ada yang bangun, bersiap.
Anggota rombongan 19 orang kamar mandi tiga, jadi harus gantian. Setelah semua persiapan selesai, mulai dilanjut perjalanan ke stasiun kereta.
Ada rute yang lebih singkat. Jalannya juga menurun. Pengelola penginapan, bersedia mendampingi sampai stasiun. Juga dengan berjalan kaki.
Tiba di stasiun Seoul tepat waktu. Menunggu sejenak dan mengisi perut dengan onigiri. Nasi campuran tuna dengan bungkus rumput laut.
Perjalanan dari Seoul ke Busan butuh waktu juga. Tergantung pilihan jenis kereta.
Jarak Seoul ke Busan sekitar 320 hingga 330 kilometer. Jarak ini dapat ditempuh menggunakan beberapa pilihan layanan kereta: Kereta Cepat (KTX & SRT):
Waktu tempuh berkisar antara 2 jam 15 menit hingga 2 jam 40 menit. Ini adalah opsi tercepat dan paling populer. Kereta Reguler (Mugunghwa atau ITX): Waktu tempuh sekitar 5 hingga 6 jam, namun dengan harga tiket yang lebih ekonomis.
Delegasi Saman memilih opsi kereta reguler. Perjalanan enam jam.
Sebelum berangkat, bikin video pendek. Sebagai laporan. Membentangkan sepanduk berikut logo pendukung dan bendera merah putih.
Perjalanan menuju Busan Internasional Dance Festival (BIDF) ini difasilitasi Pemerintah Aceh melalui Dinas Pemuda dan Olahraga atas atensi Gubernur Mualem dan Sekda Aceh M Nasir yang pengurusannya dilakukan Masri Amin.
Juga ada dukungan dari Forbes DPR dan DPD RI, Kantor Badang Penghubung Pemerintah Aceh Jakarta, Majelis Adat Aceh Perwakilan Jakarta, Persatuan Aceh Seranto, tokoh Aceh yang juga anggota DPR RI H Irmawan, Anggota DPD Haji Uma, Anggota DPRA dan beberapa lainnya.
"Berpegenapen" Istilah Gayo. "Meuriepe" istilah Aceh. Susana dalam kereta seperti naik dari Gambir ke Yogyakarta. Dalam kereta sebagian terlelap.
Hanya bedanya, sepanjang perjalanan tidak terdapat hamparan sawah seperti perjalanan ke Jawa.
Pemandangan luar jendela, serba kering. Bangunan, jalan dan deretan rumah beratap plastik. Itu bukan rumah. Tapi rumah pelastik atau greenhouse untuk pertanian. Rupanya pertanian di sini sepenuhnya menggunakan pola mekanis.
Petani Korea ini juga menggunakan penutup plastik pada permukaan tanah atau di atas tanaman disebut mulsa plastik (untuk penutup tanah) atau sungkup plastik / row cover (jika penutupnya membungkus barisan tanaman).
| Catatan dari Korea: Namsan 203 di Atas Bukit, Nafas Ngos-Ngosan |
|
|---|
| Catatan dari Korea: Mencium "Saranghaeyo" di Incheon |
|
|---|
| Tepuk Tangan Panjang untuk Saman di Geoje, Pulau Terindah di Korea Selatan |
|
|---|
| Saman Masuk Sekolah di Busan: Anak-anak Korea Selatan Belajar Kebersamaan dari Tanah Gayo |
|
|---|
| Kisah Khairul Anwar dari Pantan Cuaca ke Panggung Dunia Busan Korea Selatan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gayo/foto/bank/originals/perjalanan-ke-busan-3.jpg)