Senin, 18 Mei 2026

Berita Internasional

Bukan Kali Pertama, Arab Saudi Pernah Diterjang Banjir Besar pada 2009, Apa yang Terjadi?

Fakta mengejutkannya lagi banjir bandang tersebut terjadi pada musim haji. Dimana tanggal 25 November 2009 tepat dengan 8 Zulhijjah 1430 H.

Tayang:
Penulis: Cut Eva Magfirah | Editor: Mawaddatul Husna
Tangkapan Layar Twitter @Febrie_
Ilustrasi- Bukan kali pertama, Arab Saudi pernah diterjang banjir besar pada 2009. 

Melansir dari berbagai sumber Banjir tersebut mengakibatkan Kerugian bisnis diperkirakan mencapai satu miliar riyal (US$270 juta) dan sedikitnya 3000 kendaraan hanyut atau rusak.

Pemukiman miskin di selatan Jeddah terkena dampak besar yang merupakan daerah di sekitar Universitas Raja Abdulaziz.

Pada saat bencana tersebut universitas ini diliburkan untuk mencegah peningkatan jumlah korban.

Pada saat banjir melanda wilayah Arab pada 25 november 2009 tersebut tepat pada hari pertama pelaksaan Haji selama empat hari di tempat-tempat suci Islam di dan sekitar Makkah.

Dan Jeddah adalah titik masuk utama bagi para jamaah asing yang tiba melalui udara atau laut.

Jumlah jamaah asing lebih sedikit dari tahun-tahun sebelumnya, 1.6 juta para jamaah asing diantaranya 200.000 dari Indonesia.

Baca juga: Banjir yang Mengakibatkan 7 Desa Terendam di Aceh Tenggara Mulai Surut

Banyak warga Arab Saudi yang tidak jadi melaksanakan ibadah Haji 2009 karena khawatir terhadap masalah kesehatan.

Menurut Menteri Dalam Negeri Saudi, tak satupun korban banjir mengikuti ibadah Haji.

Tetapi, jalan tol Haramain antara Bandar Udara Internasional Raja Abdulaziz dan Makkah ditutup tanggal 25 November 2009.

Yang menelantarkan ribuan jamaah dan sebagian jalan tol sepanjang 80 kilometer (50 mil) dilaporkan ditutup.

Dan bagian dari jembatan Jamia di timur Jeddah runtuh.

Jalan tol ini masih ditutup pada 26 November karena khawatir jembatan Jamia akan runtuh seluruhnya.

Baca juga: Banjir di Aceh Utara, Dua Bangunan Roboh, Jalan Putus dan Sawah Terendam

Pada 25 November 2009 hujan besar juga melanda di Makkah dan Mina.

Yang merupakan tempat para jamaah menetap di dua kota dalam tenda besar.

Namun keesokan harinya cuaca membaik, dimana para jamaah harus menghadapi "panas terik" di daerah Bukit Arafah untuk hari kedua Haji. (TribunGayo.com/Cut Eva Magfirah)

Update berita lainnya di TribunGayo.com dan Google News

 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved