Wisata Gayo Alas

Wisata Kebun Stroberi di Bener Meriah, Petik Langsung di Kebunnya dengan Bayar Rp 10 Ribu

Agrowisata kebun Strawberry (stroberi) berada di Kampung Kepies Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah

Penulis: Bustami | Editor: Jafaruddin
TRIBUNGAYO.COM/BUSTAMI
Pengunjung sedang memetik buah Stroberi langsung dari kebun di Kampung Kepies Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah Minggu (22/1/2023). 

Laporan Bustami I Bener Meriah 

TRIBUNGAYO.COM, REDELONG - Kabupaten Bener Meriah selain dikenal dengan kopi Gayo yang mendunia, juga menyimpan agrowisata yang mempesona.

Daerah dataran tinggi Gayo dengan hawa dingin itu kini terdapat salah satunya Agrowisata kebun Strawberry (stroberi) milik Bambang Erita.

Kebun tersebut berlokasi di Kampung Kepies Kecamatan Permata, Kabupaten setempat.

Amatan TribunGayo.com, di daerah Kampung Kepies memang banyak petani yang membudidayakan tanaman stroberi.

Namun kali ini, hanya di tempat Bambang, remaja yang masih duduk di kelas Sekolah Menengah Atas (SMA) itu yang dibukakan untuk pariwisata.

Baca juga: Wisata Hutan Pinus di Gayo Lues Menawarkan Pemandangan Alam nan Asri

Daya tarik utama dari agrowisata Kebun Stroberi selain menikmati suasana alamnya, pengunjung juga bisa memetik langsung di kebunnya.

Hamparan hijau Kebun Stroberi Buntul Kepies yang berada di kaki Gunung Burni Telong itu menjadi objek wisata yang kini ramai dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun luar daerah.

Untuk bisa mengakses ke tempat itu, pengunjung diwajibkan membayar tiket masuk sebesar Rp 10 Ribu.

Sementara bagi yang ingin membawa, perkilogramnya dihargai Rp 80.000 Ribu.

"Untuk pengunjung tetap kita bebaskan untuk memilih berapapun stroberi yang ingin dibelikan," ujar Bambang kepada TribunGayo.com, Minggu (22/1/2023) sore itu.

Baca juga: Ini Lokasi Objek Wisata di Kutacane Kabupaten Aceh Tenggara yang Terbaru

Dikatakan Bambang, awalnya ia tidak menjadikannya kebun Stroberinya ini menjadi objek wisata.

Namun karena terinspirasi dengan tempat lain seperti di Berastagi, aari situlah, ia yakin untuk mengembangkan kebunnya sebagai agrowisata.

"Kendalanya kalau lagi musim hujan banyak buah yang busuk," kata Bambang 

Halaman
12

Ikuti kami di

AA
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved