Berita Nasional
Kementerian Keluarkan Edaran Berisi Larang Pamer Harta di Dunia Maya dan Nyata
Larangan ini sesuai dengan arahan dari Presiden Jokowi yang melarang ASN pamer kemewahan, harus taat melapor LHKPN secara jujur dan sebagainya.
Penulis: Fikar W Eda | Editor: Mawaddatul Husna
Kementerian Keluarkan Edaran Berisi Larang Pamer Harta di Dunia Maya dan Nyata
Laporan Fikar W Eda | Jakarta
TRIBUNGAYO COM, JAKARTA - Kementerian dan lembaga mengeluarkan surat edaran berisi larangan kepada pejabat Aparatur Sipil Negara (ASN) dan keluarga untuk pamer kekayaan di dunia maya dan nyata.
Langkah ini mendapat apresiasi dari Ketua DPP Barisan Relawan Jalan Perubahan (BARA JP), Dr M Adli Abdullah, MCL dalam pernyataannya yang diterbitkan Selasa (14/3/2023).
Larangan ini sesuai dengan arahan dari Presiden Jokowi yang melarang ASN pamer kemewahan, harus taat melapor LHKPN secara jujur dan sebagainya.
Baca juga: Sosok Anak Kepala dan Cukai Makassar Gemar Pamer Harta Ternyata Anak Cerdas IPK3.36
Pejabat publik itu bukan memperlihatkan kemewahan tetapi harus menjadi bagian dari solusi.
“Apalagi pejabat, istri atau anaknya yang pamer harta yang bersumber bukan dari sumber halal.
Itu sangat menyakitkan rakyat dan pelaku yang pamer itu tidak memiliki sensitivitas rakyat,” kata Adli Abdullah di Jakarta, Selasa (14/3/2023).
Adli menyebutkan, pejabat publik wajib lapor hartanya ke LHKPN, laporan ini kemudian harus dianalisis oleh PPATK.
Baca juga: Suka Pamer Bergelimang Harta, Putri Kepala Bea Cukai Makassar Ternyata Anak yang Cerdas IPK 3,36
Jika dari hasil analisis PPATK terdapat transaksi janggal maka KPK harus bertindak.
Dosen Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala Banda Aceh ini menyatakan ASN harus dapat membuktikan harta yang diperoleh berasal dari transaksi yang legal, termasuk jika mengklaim istrinya menjadi bintang iklan.
KPK bisa mengkonfirmasi kapan yang bersangkutan menjadi bintang iklan, kontraknya ditelusuri, berapa nilainya, dan cara pembayarannya.
Baca juga: Rafael Alun Trisambodo Diduga Miliki Harta Tak Wajar, KPK Telah Tindaklanjuti Kejanggalan di LHKPN
Oleh karena itu, Adli menyatakan penting bagi ASN mencegah atau menghindari tampilan hedonis serta menjaga hati rakyat.
“Dalam pandangan awam, kemewahan tidak cocok dengan profil ASN.
Tidak sejalan dengan profil ASN walaupun ASN punya usaha sampingan, istrinya punya karir yang bagus atau mendapat warisan dari mertua atau orangtua,” ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gayo/foto/bank/originals/ADLI-ABDUL-UNSYIAH.jpg)