Minggu, 31 Mei 2026

Idul Adha 2023

Berikut Niat Sholat Idul Adha dan Tata Cara Mengerjakannya

Berikut niat sholat hari raya Idul Adha lengkap dengan tulisan Arab, latin dan artinya serta tata cara mengerjakannya.

Tayang:
Penulis: Intan Mutia | Editor: Malikul Saleh
Tribungayo.com
Berikut Niat Sholat Idul Adha dan Tata Cara Mengerjakannya 

Surat Al-Ghasyiyah

هَلْ اَتٰىكَ حَدِيْثُ الْغَاشِيَةِۗ ١ وُجُوْهٌ يَّوْمَىِٕذٍ خَاشِعَةٌ ۙ ٢ عَامِلَةٌ نَّاصِبَةٌ ۙ ٣ تَصْلٰى نَارًا حَامِيَةً ۙ ٤ تُسْقٰى مِنْ عَيْنٍ اٰنِيَةٍ ۗ ٥

wujụhuy yauma`iżin khāsyi'ah 'āmilatun nāṣibah taslā nāran hāmiyah tusqā min 'ainin āniyah laisa lahum ṭa'āmun illā min darī'

Artinya: 'Sudahkah sampai kepadamu berita tentang al-Gāsyiyah (hari Kiamat yang menutupi kesadaran manusia dengan kedahsyatannya)? Pada hari itu banyak wajah yang tertunduk hina, karena) berusaha keras (menghindari azab neraka) lagi kepayahan (karena dibelenggu). Mereka memasuki api (neraka) yang sangat panas. (Mereka) diberi minum dari sumber mata air yang sangat panas.'

- Ruku’, sujud, dan seterusnya hingga salam.

- Setelah salam, maka disunnahkan mendengarkan khutbah Idul Adha.

Untuk khutbah pertama takbir dibaca 9 kali, sedangkan khutbah kedua takbir dibaca 7 kali.

Larangan memotong kuku dan rambut sebelum Idul Adha menurut Ustadz Adi Hidayat

Dilansir Tribungayo.com dari YouTube Ceramah Pendek pada, Kamis (22/6/2023), Ustadz Adi Hidayat menyebut larangan potong kuku dan rambut sebelum qurban ada dalam hadist yang sahih.

Dalam ceramahnya, Ustadz Adi Hidayat pun mengutip sebuah hadits Muslim nomor 1977 bab 39 halaman 152 jilid ke-7, kitab syarah An-nawawi, terbitan darul hadits cetakan 2004.

مَنْ كَانَ لَهُ ذِبْحٌ يَذْبَحُهُ فَإِذَا أُهِلَّ هِلاَلُ ذِى الْحِجَّةِ فَلاَ يَأْخُذَنَّ مِنْ شَعْرِهِ وَلاَ مِنْ أَظْفَارِهِ شَيْئًا حَتَّى يُضَحِّى

Artinya: “Siapa saja yang ingin ber kurban dan apabila telah memasuki awal Dzulhijah (1 Dzulhijjah), maka janganlah ia memotong rambut dan kukunya sampai ia ber qurban.”

"Jika Anda berkeinginan kurban, maka jangan sekali-kali memotong atau menyentuh kuku dan rambut yang melekat pada tubuh," ungkap Ustadz Adi Hidayat.

Kemudain, ustadz Adi Hidayat menyebutkan bahwa hal tersebut merupakan sunnah yang pertama.

Rupanya bukan tanpa tujuan larangan potong kuku dan rambut sebelum qurban.

Baca juga: Pemerintah Resmi Tetapkan Libur Cuti Bersama Idul Adha 2023, Ini Jadwal Libur Sekolah Per Daerah

Para ulama menafsirkan larangan potong kuku dan rambut ini memiliki keistimewaan.

Ustadz Adi Hidayat mengatakan rambut dan kuku adalah bagian tubuh yang banyak melakukan perbuatan dosa.

Rambut dan kuku ini yang nantinya akan menjadi saksi di akhirat, terkait ibadah yang dilakukan seorang muslim.

Padahal Allah berkenan mengampuni dosa orang yang melakukan kurban.

Dengan begitu, dikhawatirkan kuku dan rambut yang menjadi jejak dosa tersebut terlepas dari tubuh sebelum Allah mengampuni dosa-dosanya.

"Sekiranya Allah berkenan mengampuni dosa orang bersangkutan (orang yang melakukan kurban) dari rambut paling atas sampai ujung kukunya ," jelas Ustadz Adi Hidayat.

“Diminta untuk tidak dipotong dulu, khawatirnya nanti saat Anda potong terpisah dari sini belum diistighfari itu” lanjut ustadz Adi Hidayat.

“Jadi ketika Allah ampuni dosanya, terpisah bagian dari tubuh kita dia menjadi saksi di akhirat. Kan mulut dikuncikan saat diakhirat nanti?” smabung ustadz Adi Hidayat lagi.

Kmeudian, ustadz Adi Hidayat membacakan surat Yaasin, dan menjelaskan Kembali mengenai kesempurnaan yang didapakan seorang muslim yang ingin ber qurban dengan tidak memotong kukudan rambutnya sampai hewan tersebut disembelih.

Baca juga: Pemerintah Resmi Tetapkan Libur Cuti Bersama Idul Adha 2023, Ini Jadwal Libur Sekolah Per Daerah

“nanti mulut akan dikunci, tangan yang bersaksi dan tempat-tempat ini akan bicara, khawatirnya pernah tangan ini berlaku sesuatu yang salah, sebelum diistighfari dipotong kukunya, ketika dia bertaubat diampuni dosanya, kuku lebih dulu terpisah” Lanjut ustadz Adi Hidayat.

Kendati demikian, hukum larangan potong kuku dan rambut adalah sunnah, bukan wajib.

Sehingga tidak akan dikenakan dosa jika memotong rambut dan kuku sebelum Idul Adha, namun akan kehilangan pahala.

"Jadi kalau Anda potong pun tidak dosa, akan tetapi Anda kehilangan pahala kebaikan," ujar Ustadz Adi Hidayat.

(TribunGayo.com/Intan Mutia)

Baca Berita seputaran Idul Adha lainnya di TribunGayo.com dan GoogleNews

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved