Keber Kesehatan Aceh
Perbanyak Konsumsi Protein Hewani Untuk Ibu Hamil dan Balita
“Ibu hamil harus banyak makan. Porsi makan ibu hamil harus lebih banyak daripada sebelum hamil. Kalau biasa makannya 1 potong ikan, saat hamil harus m
Pj Ketua TP-PKK Aceh Ayu Marzuki berharap agar masyarakat menjalankan pola hidup sehat dan bersih. Dengan demikian, akan menjauhkan dari berbagai penyakit, termasuk stunting.
TRIBUNGAYO.COM, BANDA ACEH - Kepala Dinas Kesehatan Aceh, dr. Hanif memberi pesan khusus kepada ibu hamil dan anak balita agar lebih banyak mengonsumsi protein hewani sehingga terhindar dari stunting. Hal itu dikatakan Kadinkes Aceh itu saat menemani kunjungan kerja Pj Ketua TP-PKK Aceh, Ayu Marzuki, di Desa Simpur Jaya, Kecamatan Ketambe, Aceh Tenggara, Selasa (25/7/2023).
“Ibu hamil harus banyak makan. Porsi makan ibu hamil harus lebih banyak daripada sebelum hamil. Kalau biasa makannya 1 potong ikan, saat hamil harus makan 2 potong ikan. Karena janin sangat membutuhkan asupan protein hewani agar anak yang dilahirkan kelak tidak mengalami stunting,” kata Hanif kepada warga di Desa Simpur Jaya dan sekitarnya.
Dikatakan, perkembangan anak sangat menentukan pada 1.000 HPK (hari pertama kehidupan) sampai dengan anak berusia 5 tahun. Karena pada periode ini, anak mengalami pertumbuhan yang sangat cepat.
“Kalau anak lapar, biasakan anak-anak untuk diberikan telur rebus saat lapar,” ujar dr. Hanif. Menurut Kadinkes Aceh itu, nutrisi dalam sebutir telur sangat kaya akan zat gizi yang bisa mencegah anak menjadi stunting. Telur rebus adalah sumber protein yang sangat baik.
banyak sekali mengandung zat gizi. Telur banyak protein hewani dan asam amino esensial yang sangat bagus bagi perkembangan anak. Protein hewani itu sangat bagus untuk perkembangan balita. Pastikan anak mendapat dua porsi makanan tinggi protein hewani setiap hari, bisa berupa kombinasi antara telur dan ikan, telur dan ayam atau ikan dan ayam atau daging,” tambah dr. Hanif.
Selain itu, kata Hanif, ibu hamil harus memeriksakan kesehatannya sebanyak 6 kali selama kehamilan, dimana 2 kali diantaranya harus dilakukan pemeriksaan oleh dokter menggunakan USG. Pemeriksaan tidak sulit dilakukan, karena hampir semua Puskesmas saat ini sudah tersedia USG.
Kadinkes Aceh itu juga meminta kepada ibu-ibu PKK, baik tingkat kecamatan maupun kabupaten, apabila turun ke desa untuk selalu melihat grafi k perkembangan balita di buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak). “Tugas ibu-ibu PKK, kalau berkunjung desa, tolong dilihat grafik perkembangan balita di buku KIA. Jangan sampai jatuh di garis merah. Atau jangan sampai naik berat badannya hanya sedikit. Satu lagi, tolong diperhatikan, jangan sampai grafi knya datar. Apalagi sampai turun berat badannya, ini perlu menjadi perhatian kita. Hal-hal seperti ini yang harus diintervensi dan menjadi perhatian kita agar anak-anak tidak stunting,” jelas dr. Hanif.
Ia juga menitip pesan kepada para ibu pengurus PKK saat turun ke desa untuk memberikan perhatian khusus kepada kesehatan anak balita. “Tolong di cek status imunisasinya, apakah sudah lengkap atau tidak, ada pergi ke Posyandu tidak, anak-anaknya mendapatkan makanan dengan gizi seimbang apa tidak, ada konsumsi sayur dan buah apa tidak. Ini penting untuk menjamin generasi ke depan menjadi generasi yang sehat,” tandasnya.
Kadinkes juga menjelaskan bahwa saat ini sudah ada dana khusus di Puskesmas yang dianggarkan untuk makanan bagi ibu hamil KEK (kurang energi kronis). “Ada dana BOK yang disalurkan ke Puskesmas. Dianggarkan untuk makanan bagi ibu hamil KEK, untuk menekan angka stunting,” tambah Kadinkes.
Sementara itu, Pj Ketua TP-PKK Aceh Ayu Marzuki berharap agar masyarakat menjalankan pola hidup sehat dan bersih. Dengan demikian, akan menjauhkan dari berbagai penyakit, termasuk stunting.
Angka stunting di Simpur Jaya pada tahun 2021 mencapai 34 anak. Di sisi lain, di Desa Simpur Jaya, ada kegiatan Rumoh Gizi. Kegiatannya berupa pemberian makanan tambahan seperti bubur, susu, sup yang diberikan seminggu sekali. Makanan lain yang diberikan kepada anak balita di Rumoh Gizi ini berupa nasi, daging ayam, ikan, dan jus. Akibat intervensi rutin yang dilakukan di desa ini, jumlah penderita stunting kini mengalami penurunan.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gayo/foto/bank/originals/ayu-marzuki.jpg)