Berita Nasional
Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid Minta Hasil Kongres Disebarkan Secara Luas ke Masyarakat
Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid menyerukan kepada seluruh peserta Kongres Kebudayaan Indonesia (KKI) 2023 untuk menggelorakan kepada seluruh elemen
Penulis: Fikar W Eda | Editor: Rizwan
Daya pikir dan daya cipta manusia berujung pada lahirnya kecerdasan buatan yang bagaikan pisau bermata dua dalam menentukan arah peradaban: membantu kemajuan, dan sekaligus mengambil alih kendali.
Kemajuan teknologi digital melahirkan masalah-masalah kesehatan mental yang baru. Ketiga, ancaman perang global yang berlarut, menyertai bangkitnya cara penyelesaian konflik antarkelompok yang saling
memusnahkan.
Di hadapan tantangan dan kompleksitas krisis yang terbuka ini, keseluruhan pengalaman olah pikir di Kongres, serta penyegaran inderawi.
Dan jiwa di Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) menunjukkan bahwa keanekaragaman dan kelenturan budaya Nusantara yang bertumpu pada budaya air merupakan daya transformasi utama menuju keIndonesiaan yang sintas dan unggul di masa depan.
Benang merah perdebatan selama kongres mengarah pada kebutuhan akan dua hal pokok untuk mengawal proses transformasi tersebut.
Yakni penguatan budi-daya (cara-cara inovatif dan kreatif), serta pemuliaan daya-budi (panduan etika dan moralitas baru untuk mengarungi guncangan perubahan).(*)
Baca juga: Video Ombudsman Aceh Bersama Pengusaha dan Petani Kopi Bincang Santai Tingkatkan Layanan Publik
Baca juga: Video Tiga Tersangka Pengoplosan BBM Diringkus Sat Reskrim Polres Aceh Tenggara
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gayo/foto/bank/originals/Dirjen-Kebudayaan-Hilmar-Farid-bersamapeserta-Kongres-Kebudayaan-dari-Gayo.jpg)