Kupi Senye
Gen Z dan Media Sosial: Memahami Risiko dan Strategi Perlindungan Mental
Tekanan akademis yang tinggi, sebagai permulaan, merupakan salah satu faktor utama yang mempengaruhi Mental Health Gen Z.
Oleh: M Irvanni Bahri *)
Gen Z dibesarkan dalam periode percepatan kemajuan teknologi di ranah digital.
Salah satu dari sekian banyak kendala Mental Health yang mereka hadapi adalah prevalensi kecemasan dan depresi yang lebih tinggi dibandingkan dengan generasi sebelumnya.
Masalah-masalah ini diperburuk oleh tekanan akademis, tekanan hubungan sosial, dan ketidakpastian masa depan, di antara faktor-faktor lainnya.
Kemajuan teknologi yang pesat dan ketersediaan informasi di mana-mana telah secara signifikan memengaruhi kehidupan Gen Z, memunculkan ekspektasi untuk unggul, mencapai kesuksesan, dan melampaui tolok ukur yang tidak praktis.
Tekanan ini secara signifikan diperburuk oleh media sosial, karena Gen Z sering terpapar dengan narasi dan gambar yang dibuat dengan cermat yang menanamkan kekhawatiran tentang ketidakmampuan mereka untuk bersaing atau perasaan tidak mampu.
Gen Z harus secara proaktif berpartisipasi dalam perawatan Mental Health untuk mengatasi hambatan-hambatan
ini.
Sadar akan dampak buruk dari media sosial dan menjaga keseimbangan yang sehat antara aktivitas online dan offline merupakan aspek penting dari Mental Health yang harus diakui dan dipahami.
Selain itu, Gen Z harus mengembangkan minat dan hiburan di luar dunia digital dan menyadari pentingnya praktik perawatan diri, seperti menjadwalkan waktu untuk relaksasi, menjaga pola tidur yang sehat, dan melakukan aktivitas fisik.
Mencari bantuan bukan merupakan indikasi kelemahan, melainkan ketabahan; mencari dukungan dari keluarga, kenalan, atau profesional Mental Health adalah hal yang memungkinkan.
Selain itu, organisasi masyarakat dan institusi akademis harus memfasilitasi akses ke layanan Mental Health dan
menawarkan program dukungan yang memadai.
Upaya kolektif dari pemerintah, keluarga, dan masyarakat sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan mental Gen Z.
Pemerintah harus mengalokasikan sumber daya dan dukungan yang memadai untuk layanan Mental Health
di institusi pendidikan tinggi dan sektor publik.
Keluarga harus menumbuhkan suasana yang mendukung bagi Gen Z, mendorong komunikasi yang terbuka, dan menekankan pentingnya perawatan diri.
Sangat penting bagi seluruh masyarakat untuk memerangi stigma seputar Mental Health dan memberikan dukungan yang tak tergoyahkan kepada Gen Z.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gayo/foto/bank/originals/M-Irvanni-Bahri.jpg)