ABRA dan RRI Gelar Talk Show dengan Pembicara Rocky Gerung dan Dedi Mizwar
Padahal Pendidikan dan Kebudayaan adalah dua hal yang saling berbeda, sangat tidak ideal jika dimiliki oleh satu kementerian.
Penulis: Fikar W Eda | Editor: Khalidin Umar Barat
Laporan Fikar W.Eda I Jakarta
TRIBUNGAYO.COM, JAKARTA - Aliansi Budaya Rakyat (ABRA) yang diprakarsai oleh kelompok/organisasi seniman – budayawan dan aktivis terdiri dari Horjabius, Dapunta, Ampera, Taman Inspirasi Sastra Indonesia,
dan Cakra Satya 08 mendorong secara serius terwujudnya Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia secara mandiri pada masa pemerintahan periode 2024-2029.
Menindaklanjuti harapan itu, ABRA bekerjasama dengan RRI menyelenggarakan talk show menghadirkan 4 orang narasumber;
Rocky Gerung (komentator politik, filsuf, akademikus, dan intelektual publik), H. Deddy Mizwar (aktor, sutradara, dan politikus), Joe Marbun (arkeolog dan praktisi kebijakan kebudayaan), dan Bambang Prihadi (Ketua Dewan Kesenian Jakarta).
Talk show ini akan memberikan paparan dan gambaran yang dapat merperkaya serta memperkuat wacana pembentukan Kementerian Kebudayaan.
Talk show ini disiarkan oleh Pro 4 berjaringan, RRI Net dan Youtube official, Live dari Auditorium Yusuf Ronodipuro RRI Jakarta pada hari Senin, 18 Maret 2024, pukul 16.00 – 17.00 WIB.
Acara dipandu oleh Abbi Zaki (penyiar Pro 4 RRI) sebagai MC, dan Teuku Rifnu Wikana (aktor dan sutradara film) sebagai moderator, diharapkan dapat menyatukan persepsi serta mendorong lahirnya Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.
Selama ini Pendidikan dan Kebudayaan selama ini tergabung menjadi satu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Padahal Pendidikan dan Kebudayaan adalah dua hal yang saling berbeda, sangat tidak ideal jika dimiliki oleh satu kementerian.
Sulit untuk menyatukannya secara utuh, karena akan senantiasa dihadapkan pada suatu keadaan yang bisa menimbulkan dua persepsi yang berbeda, karena sudut pandang pendidik dan budayawan juga jauh berbeda.
Pendidikan tentang kebudayaan memang teramat sangat perlu.
Tapi sangat jelas pendidikan tidak melulu mengenai kebudayaan, melainkan mencakup banyak aspek ilmu pengetahuan seperti pendidikan hukum, sosial, politik, ekonomi, agama, bahkan olahraga dan lain sebagainya.
Jika bidang hukum, sosial, politik, ekonomi, agama dan olahraga memiliki kementerian khusus yang terpisah dari kementerian pendidikan, kenapa kebudayaan tidak?
Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan kebudayaannya. Kekayaan budaya Indonesia tidak hanya mencakup kekayaan seni semata,
| BREAKING NEWS: Seorang Pendaki Asal Binjai Sumut Meninggal di Gunung Leuser |
|
|---|
| Harga Kakao Kering di Aceh Tenggara Naik Rp 1.000/Kg |
|
|---|
| Harga Kopi Gayo Naik Menjadi Rp 66.000 per Bambu di Gayo Lues |
|
|---|
| Pasien Ibu Hamil Ditandu Menyeberang Sungai di Gayo Lues, Ekses Jembatan Putus tak Kunjung DIbangun |
|
|---|
| Akses Jalan Terputus, Reje di Aceh Tengah Keluhkan Lambannya Penanganan Jalan Alternatif |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gayo/foto/bank/originals/BROSUR-Talk-Show-Dorong-Lahirnya-Kementerian-Kebudayaan.jpg)