Kupi Senye
Kopi Arabika Gayo Semakin Dicintai Dunia
Daerah ini dikenal sebagai penghasil kopi dengan kualitas yang tinggi dan cita rasa yang khas memiliki aroma khas rempah-rempah dengan aftertaste
Selain itu, upaya pemerintah dan para petani untuk terus meningkatkan kualitas dan keunggulan kopi Gayo juga menjadi kunci dalam menjaga daya saingnya di pasar global.
Kopi Gayo merupakan jenis kopi Arabika yang tumbuh di wilayah dataran tinggi Gayo memiliki beberapa varietas seperti:
1.Typica Gayo: varietas kopi yang paling umum ditanam di wilayah Gayo, dengan biji kopi berukuran besar dan bulat.
2. Bourbon Gayo: varietas kopi yang memiliki biji kopi lebih kecil, tetapi memiliki kualitas yang setara atau bahkan lebih baik.
3. Catimor Gayo: varietas kopi yang berasal dari persilangan antara kopi Timor dengan varietas kopi yang ada di Gayo.
4. Ateng Super Gayo: cepat berbuah, produktivitas relatif tinggi dan kualitas kopi sangat baik.
Disamping itu varietas ini memiliki daya adaptasi yang cukup tinggi untuk dikembangkan di daerah dataran tinggi dengan biji kopi berukuran sedang dan rasa yang lebih ringan.
5. Kopi Gayo Luwak Liar, siapa yang tidak mengenal kopi luwak? Kopi yang terbuat dari biji kopi kotoran hewan luwak ini memiliki harga fantastis dan berkadar rendah, dan masih banyak jenis lainnya.
Pengolahan kopi arabika Gayo umumnya masih dilakukan secara tradisional, dengan metode kering atau "natural" dan "semi-washed" yang masih banyak digunakan oleh petani kopi setempat.
Metode pengolahan kopi yang dilakukan dengan cara yang benar dan teratur akan menghasilkan biji kopi yang lebih berkualitas dengan menjemur atau pengeringan dibawah sinar matahari.
*) Penulis adalah Guru SMA Negeri 1 Bukit Bener Meriah.
KUPI SENYE adalah rubrik opini pembaca TribunGayo.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gayo/foto/bank/originals/TAZKIR-PENULIS-OPINI-TRIBUNGAYO.jpg)