Senin, 13 April 2026

Berita Nasional

Lukisan Tsunami Karya Perupa Aceh Terawat Baik di Museum Tsunami

Kurator seni rupa Indonesia Merwan Yusuf hadir di halal bihalal warga Aceh di Buoerta Cibubur Jakarta, Kamis (23/5/2024).

Penulis: Fikar W Eda | Editor: Rizwan
Tribungayo.com
Merwan Yusuf (kanan) bersama pasangan seniman dan jurnalis Aceh, Fikar W.Eda 

Laporan Fikar W.Eda I Jakarta

TRIBUBGAYO.COM, JAKARTA - Kurator seni rupa Indonesia Merwan Yusuf hadir di halal bihalal warga Aceh di Buoerta Cibubur Jakarta, Kamis (23/5/2024).

Ini adalah momen berharga karena sudah lama tidak bertemu dengan kerabat. 

Merwan memanfaatkan kesempatan ini untuk berbincang tentang berbagai hal, termasuk kenangan pameran dan lelang lukisan karya perupa Aceh di Museum Tsunami pada tahun 2009, bertepatan dengan Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) V. Merwan Yusuf bertindak sebagai kurator.

Ia memang dikenal luas dalam dunia seni rupa Indonesia sebagai kurator, termasuk pernah menjadi kurator di Galeri Nasional di Jakarta. Ia adalah lulusan Sorbonne dan memiliki pengalaman menangani berbagai pameran seni.

Merwan Yusuf baru saja kembali dari Eropa setelah mengunjungi anaknya.

Merwan Yusuf hadir di acara halal bihalal ini sebagai bentuk pelepas rindu.

Ia diantar oleh taksi online, namun karena padatnya kendaraan, ia harus berjalan kaki beberapa meter dari pintu gerbang menuju lokasi acara.

"Ya lumayan jauh, tapi santai aja," ujarnya.

Baca juga: Tanggapi Sorotan Bimtek ke Bali, Ini Penjelasan Reje Ujung Gele Pegasing, Aceh Tengah 

Merwan Yusuf pernah menangani pameran dan penjualan karya lukis di Museum Tsunami Aceh yang diikuti oleh sejumlah pelukis yang terkena dampak tsunami.

Pameran ini diadakan bertepatan dengan PKA V pada tahun 2009, dan seluruh lukisan yang dipamerkan bertema peristiwa tsunami.

Semua lukisan yang dipamerkan berhasil terjual, dan para pembeli kemudian mendonasikan lukisan-lukisan tersebut kepada Museum Tsunami.

Inisiatif ini diperintahkan langsung oleh Muhammad Nazar, yang saat itu menjabat sebagai Wakil Gubernur Aceh.

Ide ini muncul setelah beberapa kali pertemuan di Jakarta.

Beberapa pelukis yang karyanya dipamerkan dan dilelang antara lain Mahdi Abdullah, Round Kelana, Sahirman, Sayed Rabadian, dan Restu (pematung).

Sumber: TribunGayo
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved