Kupi Senye
Takengon, Sampah Kamu dan Kita Semua
Masalah sampah di kota wisata ini merupakan isu dan mempengaruhi pengalaman wisatawan serta keseimbangan lingkungan.
Oleh: Hammaddin Aman Fatih *)
Kota wisata Takengon merupakan pusat pemerintahan kabupaten Aceh Tengah yang terletak disebelah timur Danau Lut Tawar.
Kota yang saat ini ramai dikunjungi menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Aceh.
Masalah sampah di kota wisata ini merupakan isu dan mempengaruhi pengalaman wisatawan serta keseimbangan lingkungan.
Sampah merupakan masalah serius yang dihadapi oleh kota Takengon.
Dalam beberapa dekade terakhir, pertumbuhan populasi yang cepat dan pola konsumsi yang meningkat telah menyebabkan lonjakan volume sampah yang tidak terkelola dengan baik.
Sampah adalah realitas tak terhindarkan dalam kehidupan warga kota Takengon.
Bagi sebagian orang, sampah hanyalah sesuatu yang harus "dibuang" agar tidak mengganggu kebersihan dan kesehatan lingkungan sekitar.
Namun, pandangan masyarakat terhadap sampah tidak hanya terbatas pada aspek praktis ini.
Beberapa kasus yang sering terajdi, seperti di jalan Ganesa Baru dan jalan-jalan lainnya yang berada diseputaran jalan lintang/jalan Sengeda.
Akibat membuang sampah sembarang, seperti ke dalam parit/selokan yang lebarnya tidak seberapa itu.
Ketika hujan datang yang walaupun hanya sebentar. Jalan berubah menjadi sungai-sungai kecil. Akibat parit yang
tersumbat sampah.
Berikut ini adalah beberapa sudut pandang yang umum dijumpai dalam masyarakat yang bermukim diseputaran kota Takengon terkait dengan sampah :
Pertama, masalah kebersihan dan kesehatan ; banyak orang melihat sampah sebagai ancaman terhadap kebersihan dan kesehatan.
Penumpukan sampah yang tidak tertangani dengan baik dapat menjadi sarang penyakit, menarik serangga dan hewan pengganggu, serta menciptakan bau tidak sedap yang mengganggu kenyamanan hidup.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gayo/foto/bank/originals/HAMMADINNN-PENULIS-OPINII.jpg)