Rabu, 10 Juni 2026

Kupi Senye

Era Digital, Aceh Butuh Pemimpin yang Visioner

Melihat begitu besarnya potensi yang terpendam di wilayah Aceh yang membentang dari Sabang sampai kawasan Tamiang. 

Tayang:
Editor: Rizwan
For TribunGayo.com
Hammaddin Aman Fatih 

Oleh Hammaddin Aman Fatih *)

Melihat begitu besarnya potensi yang terpendam di wilayah Aceh yang membentang dari Sabang sampai kawasan Tamiang. Tapi, mengapa kondisi Aceh masih melekat dengan julukan daerah miskin.

Apakah ada yang salah dengan kepemimpinan kita selama ini. Sehingga wilayah tanah Aceh tidak bisa mengejar ketertinggalannya.

Kita harus akui bahwa selama ini kepemimpinan daerah kita kebanyakan hanya mampu mengolah menghabiskan anggaran yang telah menjadi jatah tahunannya, yang kita kenal dengan sebutan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dan Dana Otonomi Khusus (Otsus) yang akan berakhir tahun 2027.

Kalau kondisi ini terus berulangan setiap lima tahun, maka masa depan daerah kita ini akan terus begini-begini saja.

Kabarnya, semoga ini hanya kabar angin, mereka-meraka tim suksesnya bisa mempengaruhi besar kecilnya pembagian kue yang namanya APBD.

Yang korban akhirnya kita rakyat kecil-kecil ini yang tidak punya link kelingkaran kekuasaan. Melihat kondisi selama ini, maka yang dibutuhkan daerah Aceh saat ini adalah figur pemimpin visioner yang mampu bisa membawa daerah Aceh kehari masa depan yang gemilang.

Di era globalisasi dan digitalisasi yang terus berkembang pesat, konsep kepemimpinan mengalami transformasi signifikan.

Pemimpin Aceh masa depan yang ideal tidak hanya harus memiliki keterampilan tradisional, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perubahan cepat dan kompleksitas yang dihadapi dunia modern.

Disini penulis ini akan membahas beberapa kualitas penting yang harus dimiliki oleh pemimpin masa depan untuk memimpin dengan efektif dan berkelanjutan, sehingga memungkinkan Aceh bisa maju.

1. Visi dan Inovasi

Pemimpin masa depan Aceh nanti harus memiliki visi yang jelas dan kemampuan untuk berpikir jauh ke depan. Mereka perlu memahami tren global dan lokal, serta mampu memprediksi perubahan yang akan datang.

Inovasi bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang cara berpikir dan bertindak. Pemimpin yang ideal harus mendorong kreativitas dan mencoba pendekatan baru untuk memecahkan masalah, mengingat bahwa dunia terus berubah dengan cepat.

2. Empati dan Kecerdasan Emosional

Kecerdasan emosional (EQ) akan menjadi salah satu aset terpenting bagi pemimpin Aceh di masa depan. Kemampuan untuk memahami dan mengelola emosi diri sendiri serta orang lain sangat penting untuk menciptakan lingkungan kerja yang harmonis dan produktif.

Sumber: TribunGayo
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved