Kupi Senye
Nomor Piro and Wani Piro
Kalau ditanya pilih siapa, pilih yang mana. Katanya pilih yang berjuang (Ada beras, baju dan uang).
Oleh: Hammaddin Aman Fatih*)
Kalau ditanya pilih siapa, pilih yang mana. Katanya pilih yang berjuang (Ada beras, baju dan uang).
Ukuranya bukan figurnya siapa, partainya apa, visi misinya seperti apa, yang penting ada npwp = nomor piro wani piro.
Celotehan diatas mungkin kita anggap hanya sekedar guyon biasa.
Tapi, kalau kita lihat di lapangan kondisi tersebut mungkin kebayakan masyarakat kita masih membudaya hal tersebut bila menjelang pilkada.
Bila hal itu benar dan sudah membudaya menjelang hari H pencoblosan.
Kita biasa bayangkan bagaimana masa depan daerah kita kedepannya.
Permainan uang dalam meraih suara, terutama dalam konteks pemilihan umum seperti Pilkada, merujuk pada praktik di mana calon atau tim sukses menggunakan uang untuk memengaruhi pemilih.
Ini bisa berupa pemberian uang tunai, sembako, atau fasilitas lain sebagai imbalan atas suara mereka.
Praktik ini sering disebut sebagai politik uang atau money politics.
Beberapa dampak negatif dari praktik ini antara lain. Pertama, dapat mengakibatkan penyalahgunaan kekuasaan dan merusak integritas sistem politik.
Kedua, mengurangi persaingan yang sehat, di mana kandidat yang lebih mampu secara finansial memiliki keuntungan yang tidak adil.
Ketiga, mengurangi kesadaran pemilih terhadap isu-isu penting, menjadikan mereka lebih fokus pada imbalan material daripada visi dan misi calon.
Penting untuk meningkatkan pendidikan politik di masyarakat agar pemilih dapat mengenali dan menolak praktik ini, serta mendorong penegakan hukum yang lebih tegas terhadap pelanggaran.
Untuk mencegah politik uang dalam pemilihan umum, beberapa langkah dapat diambil, salah satunya, antara lain.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gayo/foto/bank/originals/Hammaddin.jpg)