Jumat, 10 April 2026

Berita Aceh

Mualem Pernah Alami Gagal Mengisi BBM karena Barcode di Aceh, Begini Kisahnya

Penghapusan barcode saat mengisi BBM di SPBU yang disuara Gubernur Aceh, Muzakir Manaf masih menjadi perbincangan berbagai kalangan.

Editor: Rizwan
Kompas.com/Zuhri Noviandi
PELANTIKAN GUBERNUR ACEH - Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh, Muzakir Manaf dan Fadhlullah usai mengikuti pelantikan di gedung DPR Aceh, Rabu (12/2/2025). Mualem nama sapaan Gubernur Aceh menyuarakan penghapusan barcode BBM di SPBU karena menyusahkan masyarakat Aceh. 

TRIBUNGAYO.COM - Penghapusan barcode saat mengisi BBM di SPBU yang disuara Gubernur Aceh, Muzakir Manaf masih menjadi perbincangan berbagai kalangan.

Bahkan, Mualem sendiri juga pernah punya kisah tak mengenakan gara-gara barcode pengisian bahan bakar minyak (BBM).

Namun Gubernur menegaskan bahwa, penghapusan barcode di Aceh itu merupakan harapan masyarakat dan keberadaan barcode itu menyusahkan di Aceh.

Melansir Serambinews.com, Gubernur Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem pernah punya kisah tak mengenakan gara gara barcode pengisian bahan bakar minyak (BBM).

Kejadiannya hanya beberapa jam sebelum dirinya dilantik menjadi Gubernur Aceh 2025-2030 pada 12 Februari 2025.

Kisah itu ia ceritakan usai melantik Bupati dan Wakil Bupati Aceh Singkil, Safriadi Oyon-Hamzah Sulaiman dalam rapat paripurna istimewa Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Singkil, Sabtu (15/2/2025). 

Kala itu, Mualem berangkat dari rumah untuk sarapan menggunakan mobil.

Ketika mengecek bahan bakar minyak (BBM) mobil sudah akan habis, Mualem lantas mengarahkan laju mobil ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Begitu sampai, petugas SPBU lalu menanyakan tentang barcode.

"Saya lihat minyak sudah kuning-kuning mampir ke SPBU, mau isi BBM ditanya barcode," kata Gubernur.

Meski demikian, Mualem menjelaskan, bukan pengalaman pribadi yang tak menggenakkan itu yang kemudian melatarbelakanginya meminta penghapusan barcode dalam pengisian BBM.

Baca juga: Ampon Man Sebut Hapus Barcode BBM bukan Program Prioritas Masuk ke Visi Misi Gubernur dan Wagub Aceh

Tetapi menurutnya, penggunaan barcode itu menyusahkan rakyat. 

Ia kemudian menceritakan ketika ada masyarakat mendorong kendaraan ke SPBU karena kehabisan BBM.

Namun sampai di SPBU, harus menerima kenyataan tidak bisa mengisi BBM sebab tidak ada barcode.

Kemudian ia juga melihat pertengkaran antara masyarakat dengan petugas SPBU gara-gara barcode.

"Saya jadi gubernur saya hapuskan pengguna barcode," tegasnya disambut gemuruh tepuk tangan.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved