Jumat, 5 Juni 2026

Kupi Senye

Penguatan Karakter melalui Makan Bergizi Gratis

Tujuan dari program unggulan MBG dalam bidang kesehatan adalah peningkatan akses makanan bergizi, pengetahuan gizi, dan pola makan sehat.

Tayang:
Editor: Sri Widya Rahma
Dokumen Pribadi/Dr Kosasih Ali Abu Bakar SKom MMSi
KUPI SENYE - Dr Kosasih Ali Abu Bakar SKom MMSi. Salah satu program prioritas Prabowo- Gibran adalah Makan Bergizi Gratis (MBG), diluncurkan pada tanggal 6 Januari 2025 dalam rangka meningkatkan kualitas gizi masyarakat Indonesia, khususnya anak-anak, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui untuk mewujudkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul (Perpres 83/2024). 

Oleh: Kosasih Ali Abu Bakar *)

Salah satu program prioritas Prabowo- Gibran adalah Makan Bergizi Gratis (MBG), diluncurkan pada tanggal 6 Januari 2025 dalam rangka meningkatkan kualitas gizi masyarakat Indonesia, khususnya anak-anak, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui untuk mewujudkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul (Perpres 83/2024).

Bila melihat data dan informasi terkati dengan MBG, Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022 menjelaskan angka prevalensi stunting berada di angka 21,6 persen dengan target penurunan angka stunting pada tahun 2024 menjadi 14 % .

Badan Pusat Statistik (BPS) menginformasikan jumlah penduduk lanjut usia (lansia) mencapai sekitar 27,9 juta orang.

Sedangkan Kementerian Kesehatan RI tahun 2020 mencatat sekitar 4 juta orang ibu hamil dan ibu menyusui setiap tahunnya.

Tujuan dari program unggulan MBG dalam bidang kesehatan adalah peningkatan akses makanan bergizi, pengetahuan gizi, dan pola makan sehat.

Kekurangan gizi amat berpengaruh terhadap perkembangan otak, sehingga berdampak pada kecerdasan dan prestasi pendidikan anak.

Oleh karena itu, program ini juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, yaitu peningkatan prestasi, partisipasi dan kehadiran siswa, serta pengurangan anak putus sekolah.

Studi oleh WHO dan UNICEF menunjukkan asupan gizi cukup akan memberi dampak positif bagi konsentrasi, daya ingat, dan motivasi belajar anak-anak.

Laporan dari World Population Review (2023) menjelaskan rerata tingkat kecerdaan orang Indonesia 78,49 atau lebih rendah dari rata-
rata dunia, 99,75.

Hasil penelitian juga menjelaskan bahwa gangguan tumbuh kembang anak dalam waktu lama dan stunting jangka panjang akan mempengaruhi kecerdasan kognitif.

Semua akan mempersulit capaian generasi emas Indonesia 2045 seperti yang diharapkan.

Penguatan Karakter dalam Program Unggulan MBG

Selain dalam bidang kesehatan dan pendidikan, program MBG dapat memberikan dampak kepada penguatan karakter peserta didik.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti mengatakan, "Makan siang gratis ini sebagai bagian dari penanaman dan pembiasaan pendidikan karakter bagi anak-anak", Ia mengatakan program tersebut mengajarkan tanggung jawab, toleransi, saling menghormati, menjaga kebersihan, dan tidak hidup boros (08/12/24).

Untuk mencapai nilai-nilai karakter tersebut, perlu ada pedoman pelaksanaannya.

Program MBG akan menjadi lebih efektif dalam mencapai tujuan dan efisien dalam pelaksanaannya bila dilakukan dengan cara makan bersama di kelas.

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan

Pertama, persiapan makan bersama:

  • Mengetahui kandungan gizi dari makanan.
  • Memastikan kebersihan alat makan, tempat makan, dan lingkungan
    sekitarnya.
  • Berdoa bersama.

Kedua, ketika makan bersama, seperti mengunyah makanan secara perlahan, tidak berbicara berlebihan, menghabiskan makanan, dan posisi makan yang nyaman.

Ketiga, setelah makan bersama, antara lain doa syukur, membersihkan alat makan, tempat makan dan lingkungan sekitarnya.

Penguatan karakter dalam program MBG, antara lain:

(i) Nilai religius, ketika melakukan doa sebelum dan sesudah makan dalam rangka menghargai dan mensyukuri makan sebagai anugrah dari Tuhan.

(ii) Nilai nasionalis, ketika diperkenalkan menu keberagaman makanan Indonesia.

(iii) Nilai mandiri, ketika mengambil makanan sendiri, menghabiskan makanan, dan membersihkan alat makan dan tempat makan.

(iv) Nilai gotong royong, ketika tidak berbicara ketika makan, antri mengambil makan, membersihkan tempat makan dan lingkungan sekitarnya secara bersama- sama.

(v) Nilai tanggung jawab dan tidak boros, ketika peserta didik makanan secukupnya sekaligus mengetahui kandungan gizi dari asupan makanannya.

Aktifitas-aktifitas yang dilakukan dalam makan bersama MBG berkaitan langsung dengan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, khususnya Makan Sehat dan Bergizi, Beribadah, Gemar Belajar, dan Bermasyarakat.

Program ini sesuai dengan konsep penguatan karakter melalui kebiasaan, karena dilakukan setiap hari.

Gotong Royong Program MBG

Menteri Keuangan, Sri Mulyani menyatakan jika program Makan Bergizi Gratis seperti hajatan yang digelar setiap hari (11/02/24).

Hal ini mengindikasikan begitu kompleksnya program ini, sehingga membutuhkan persiapan dan dukungan semua pihak untuk pemenuhan sarana prasarana pendukung dan menjamin kesinambungan.

Satuan pendidikan mempunyai peranan amat penting karena tempat pelaksanaannya, seperti memastikan ketersediaan sarana dan prasarana, pengelolaan sumber daya pendukung dan sasaran, serta berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait demi kelancaran program ini.

Tidak hanya itu, satuan pendidikan dan keluarga juga mempunyai peranan penting untuk membangun budaya makan yang baik dan melakukan edukasi pola makan yang sehat kepada peserta didik.

Masyarakat bersama satuan pendidikan dan orang tua secara bergotong royong menciptakan lingkungan yang kondusif.

Media sendiri mempunyai peranan penting untuk menginformasikan pentingnya manfaat dan praktik baik dari MBG ini dari sisi penguatan karakter.

Hal yang paling penting lainnya, semua pihak melakukan monitoring dan evaluasi dari program MBG.

Peran satuan pendidikan dan keluarga melakukan evaluasi dari tumbuh kembang anak dan perilaku anak setelah program ini dilakukan.

Hal yang sama dengan masyarakat dan media agar program ini bisa berjalan sebagaimana mustinya.

*) Penulis adalah Analis Kebijakan Ahli Madya Pusat Penguatan Karakter, Kemendikdasmen.

KUPI SENYE adalah rubrik opini pembaca TribunGayo.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.

 

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved