Kupi Senye
Lepat Gayo Makanan Khas Tradisional
Lepat Gayo biasanya dibuat oleh para beberu atau para gadis dengan bimbingan orang tuanya, karena tradisi ini harus diwariskan secara turun-temurun.
Oleh: Marlinda *)
Gayo dikenal sebagai daerah penghasil kopi arabika yang telah mendunia.
Selain kopi, daerah dataran tinggi di Provinsi Aceh ini juga dikenal memiliki kekayaan makanan khas yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh nenek moyang.
Salah satu makanan khas Gayo yakni lepat Gayo.
Masyarakat Gayo menyajikan lepat gayo hanya pada momen-momen tertentu, seperti acara menyambut Ramadan, Idul Fitri, dan perayaan hari besar keagamaan lainnya.
Pada bulan Ramadan, lepat Gayo biasanya disajikan pada saat berbuka maupun menjelang sahur.
Masyarakat Gayo percaya dengan mengonsumsi lepat gayo pada saat bulan puasa, bisa menjadi penguat atau pengganjal perut sehingga perut kenyang lebih lama.
Lepat Gayo biasanya dibuat oleh para beberu atau para gadis dengan bimbingan orang tuanya, karena tradisi ini harus diwariskan secara turun-temurun agar tetap eksis dalam masyarakat Gayo.
Cara Membuat Lepat Gayo
Adapun alat dan bahan yang perlu dipersiapkan untuk membuat lepat Gayo diantaranya ialah:
Bahan
- Tepung beras ketan putih
- Gula tampang (gula aren) yang sudah dimasak dengan air
- Gula pasir
- Parutan kelapa
- Garam
- Minyak goreng
- Daun pisang
- Daun pandan
- Air
Alat
- Belanga tanoh (Wajan yang terbuat dari tanah)
- Talam (Tampa)
- Senuk (Sendok nasi)
- Keriliken (Tungku api)
- Legen atu (Ulekan batu)
- Sangku (Kukusan)
- Kayu bakar (menggunakan teknik tradisional)
Cara Membuat
- Inti lepat Gayo ada dua jenis, yakni tuke putih (parutan kelapa tanpa gula aren) dan tuke merah (parutan kelapa menggunakan gula aren).
- Cara membuat tuke putih, parutan kelapa dicampur dengan gula pasir dan ditambahkan sedikit garam.
- Sedangkan cara membuat tuke merah, yakni dengan mencampurkan gula aren cair dan parutan kelapa, kemudian digongseng hingga kering.
- Tidak lupa masukkan sedikit garam, gula, dan daun pandan sebagai penambah cita rasa.
2. Adonan atau Bahan Kulit
- Masukkan tepung ke dalam talam, kemudian masukkan gula aren cair secara perlahan agar adonan tidak encer.
- Tambahkan sedikit taburan garam dan gula pasir agar rasa adonan tidak hambar.
- Aduk adonan hingga tercampur rata.
- Proses mengaduk adonan membutuhkan waktu yang cukup lama hingga menghasilkan warna khas yang diinginkan.
3. Proses Membungkus dan Mengukus
- Siapkan lembaran-lembaran daun pisang yang telah diolesi sedikit minyak goreng agar tidak lengket.
- Letakkan sedikit adonan di atas daun pisang dan pipihkan.
- Masukkan inti lepat Gayo yang telah dibuat, kemudian tutup kembali dengan adonan kulit.
- Lipat daun pisang sesuai yang diinginkan.
- Setelah semua telah dibungkus, siapkan dandang sebagai tempat untuk mengukus.
- Kukus lepat di dalam dandang.
- Proses mengukus menggunakan tungku membutuhkan waktu kurang lebih 1 jam.
- Setelah dirasa sudah matang, lepat gayo siap disajikan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gayo/foto/bank/originals/LEPAT-GAYO-MAKANAN-KHAS-TRADISIONAL.jpg)