Senin, 27 April 2026

Berita Nasional

Ekspor Santan Kelapa ke China Dilepas dari Trans Continent Gorontalo

Pelepasan ekspor ini menjadi bagian langkah strategis pemerintah dalam memperkuat jalur distribusi dan membuka peluang baru bagi komoditas Gorontalo.

Penulis: Fikar W Eda | Editor: Sri Widya Rahma
ISTIMEWA
EKSPOR SANTAN KELAPA - Ismail Rasyid, pengusaha nasional putra Aceh dari Matangkuli Aceh Utara. Sebanyak 52 ton santan kelapa senilai Rp 1,66 miliar resmi dilepas ekspor ke China dalam sebuah seremoni yang berlangsung di PT. Trans Continent Hub Gorontalo, Desa Botumoputi, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo, Kamis (19/6/2025). 

Laporan Fikar W Eda | Gorontalo

TRIBUNGAYO.COM, GORONTALO - Sebanyak 52 ton santan kelapa senilai Rp 1,66 miliar resmi dilepas ekspor ke China dalam sebuah seremoni yang berlangsung di PT Trans Continent Hub Gorontalo, Desa Botumoputi, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo, Kamis (19/6/2025).

Acara ini merupakan bagian dari kunjungan kerja Kepala Badan Karantina Indonesia ke Provinsi Gorontalo, dan turut dihadiri oleh Gubernur Gorontalo.

Komoditas ekspor ini berasal dari PT Millenium Agroindo Selebes dan menjadi simbol komitmen Gorontalo dalam mendukung peningkatan ekspor nasional, khususnya di sektor produk olahan kelapa.

CEO PT Trans Continent, Ismail Rasyid menyampaikan bahwa pihaknya telah mempersiapkan acara ini sebaik-baiknya.

“Kegiatan ini sangat penting artinya, bukan hanya bagi perekonomian Gorontalo, tetapi juga untuk perekonomian nasional,” ujar 
Ismail Rasyid, pengusaha nasional putra Aceh dari Matangkuli Aceh Utara.

Ia sukses membangun usaha multimoda yang memiliki 23 cabang, tiga diantara nya di luar negeri, Australia, Manila, dan Malaysia. 

Ismail menambahkan bahwa Trans Continent telah hadir di Gorontalo sejak November 2024, dan akan terus mengembangkan aktivitas bisnisnya di wilayah tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap pertumbuhan logistik dan perdagangan.

Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Gorontalo, RM Ende Dezeanto, mengapresiasi sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan operator logistik.

Ia bersama tim dari Balai Karantina hadir meninjau persiapan di lokasi acara. 

Pelepasan ekspor ini menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah dalam memperkuat jalur distribusi dan membuka peluang baru bagi komoditas asal Gorontalo di pasar internasional. (*)

Baca juga: Yusril : 4 Pulau Itu Tidak Sepatah Katapun Disebutkan dalam UU No 24 Tahun 1956 dan MoU Helsinki

Baca juga: Polres Aceh Tenggara Buru Pelaku Pembacokan di Desa Uning Sigurgur

Baca juga: Mubes MPD Bener Meriah Selesai, Ini Wajah Baru Pengurus

 

Sumber: TribunGayo
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved