Berita Nasional Hari Ini
Bincang Maestro, Nasib Didong Antara Warisan, Waktu dan Ketidakpedulian
Didong, salah satu seni tradisi paling khas dari Tanah Gayo, tengah menghadapi titik kritis dalam sejarah panjangnya
Penulis: Fikar W Eda | Editor: Rizwan
Laporan Fikar W. Wda I Jakarta
TRIBUNGAYO.COM, JAKARTA – Didong, salah satu seni tradisi paling khas dari Tanah Gayo, tengah menghadapi titik kritis dalam sejarah panjangnya.
Dalam forum bincang maestro yang diselenggarakan oleh Yayasan Bali Purnati di Panggung Maestro VIII di Museum Nasional Indonesia, Jakarta, Jumat (11/6/2025), maestro Didong asal Aceh Tengah, Ceh M Din, dengan suara bergetar menyampaikan nasib getir yang kini membelit seni ini.
“Didong berasal dari dua kata: din dan dong, yang berarti menyampaikan pesan agama,” jelas M Din.
Awalnya, digunakan sebagai media menyampaikan nilai-nilai agama dan kebijaksanaan hidup.
Didong bukan sekadar hiburan, tetapi menyatu dalam tiga unsur utama: seni gerak, seni vokal, dan sastra lisan.
Namun, seni ini tak hanya tentang penampilan luar.
Peran Ceh dalam Didong adalah sosok sentral. Seorang Ceh harus mampu menciptakan lirik, menyusun lagu, dan melantunkannya sendiri.
“Kalau hanya menyanyikan lagu orang lain, itu bukan Ceh. Itu vokalis,” tegas M Din.
M Din mulai ber-Didong sejak 1966. Namun, sejak saat itu, perubahan zaman dan kurangnya kepedulian membuat Didong perlahan tersisih.
Ia menyoroti penggunaan keyboard modern dalam pentas-pentas seni perkawinan dan hajatan lainnya saat ini.
“Keyboard menghancurkan guk dan ciri khas Gayo. Ia tidak memberi ruang ekspresi bebas seperti tepukan tangan dalam Didong yang asli,” ungkapnya.
Lebih memilukan, Didong sudah punah sejak 40 tahun lalu.
Kini, generasi muda yang lahir dari orang tua Gayo bahkan tak lagi berbahasa Gayo, melainkan bahasa Indonesia. Lagu-lagu tradisi tidak lagi akrab di telinga mereka.
“Anak-anak kita bahkan bertanya, ‘Lagu apa ini?’ saat mendengar karya Didong. Mereka lebih suka musik dari barat,” keluh M Din.
| Momen Salaman Rocky Gerung dengan Prabowo Hingga Seskab Teddy |
|
|---|
| Resmi Dilantik Prabowo, Menteri LH Jumhur Hidayat Janjikan Pengelolaan Sampah Berstandar Global |
|
|---|
| Reshuffle Kabinet, Prabowo Resmi Lantik Enam Pejabat Hari Ini |
|
|---|
| IAKMI: Waspadai Dampak Cuaca Panas Ekstrem Mulai Dehidrasi hingga Heat Stroke |
|
|---|
| Harga Avtur Naik, PPN Tiket Pesawat Domestik Kelas Ekonomi Ditanggung Pemerintah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gayo/foto/bank/originals/dindong-jakarta.jpg)