Kupi Senye
Manfaat Mengantar Anak ke Sekolah
Program mengantar anak ke sekolah adalah hal yang sangat positif yang harus didukung karena memiliki banyak manfaat.
Oleh: Fauzan Isma SPd MPd *)
Ditengah kemajuan teknologi komunikasi dan juga alat transportasi saat ini, mengantar anak ke sekolah seharusnya bukan hanya sebagai rutinitas yang dilakukan di awal tahun ajaran baru saja, namun ini seharusnya dipandang sebagai kewajiban orang tua terhadap anaknya, sehingga dapat dikatakan keberhasilan pendidikan seorang anak tidak terlepas dari peran serta orang tua.
Selama ini yang sangat miris adalah kegagalan pendidikan anak tertuju ke pihak sekolah, namun lebih dari itu sebenarnya gagal atau berhasilnya pendidikan adalah tanggung jawab kita bersama baik sebagai sekolah, orang tua dan Masyarakat.
Tahun ini pemerintah daerah mengeluarkan surat edaran atau sejenisnya yang intinya memerintahkan orang tua (Ayah) mengantar anaknya ke sekolah dengan nama program “Gerakan Ayah Teladan”.
Program ini adalah hal yang sangat positif yang harus didukung karena memiliki banyak manfaat terhadap kita sebagai orang tua dan juga terhadap anak.
Lantas apa sebenarnya manfaat yang diperoleh dari mengantar anak ke sekolah?
Pertama: Memiliki nilai edukasi terhadap anak.
Sebelum berangkat ke sekolah ajaklah anak untuk berkomunikasi, dengan berkomunikasi antara ayah-ibu dan anak akan menanamkan sikap saling terbuka sehingga orang tua akan mudah mengarahkan anaknya.
Contoh nilai edukasi yang kongkrit dalam mengantar anak ke sekolah yang dapat kita lalukan sebagai orang tua adalah membudayakan sikap antri ketika di lampu merah dan juga mengemudi transportasi secara ramah lingkungan sehingga tidak mengganggu pengendara lain.
Coba kita pelajari kembali kisah orang sukses mendidik anaknya seperti Luqmanul Hakim.
Dimana Luqmanul Hakim cerita tentang seorang laki-laki bijaksana yang kisahnya diabadikan dalam Al-Quran, tepatnya pada Surat Luqman (31:12-19).
Meski bukan seorang nabi, Luqman dikenal karena hikmah dan nasihat-nasihatnya yang mendalam, terutama dalam mendidik anak.
Kedua: Menumbuhkan inspirasi terhadap anak.
Sudah diyakini bahwa setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan yang diiringi dengan kebutuhan dan keinginannya masing-masing tidak terkacuali seorang anak.
Ketika kita berkomunikasi dengan anak-anak jangan tunjukkan kelemahan mereka, yang ditunjukkan adalah kelebihannya sehingga akan menumbuhkan inspirasi dalam diri mereka.
Ketika mereka membuat karya atau meningkatkan kemampuannya dalam belajar maka berikan motivasi.
Salah satu contoh yang dapat dilakukan dalam menumbuhkan inspirasi anak adalah coba ceritakan kisah-kisah orang sukses, dan ajaklah anak berdoa sebelum dan sesudah melakukan suatu pekerjaan seperti berdoa Ketika naik dan turun dari kenderaan.
Ketiga: Menjalin Kerjasama orang tua dengan sekolah.
Ketika kita mengantarkan anak kita ke sekolah jangan hanya menurunkan anak kita di pintu gerbang sekolah, akan tetapi peran kita sebagai orang tua ajaklah pihak sekolah untuk berkomunikasi atau bertegur sapa, berbincanglah dengan pihak sekolah walaupun hanya 5 menit.
Dengan adanya komunikasi dengan pihak sekolah akan memudahkan kita dalam mengontrol perkembangkan anak kita.
Salah satu contoh menjalin kerjasama orang tua dengan sekolah yang dapat dilakukan adalah bertanyalah program apa yang dilakukan di sekolah?, Bagaimana perkembangan anak kita selama disekolah?, Kebiasaan buruk apa yang dilakukannya? Dll.
Keempat: Mencegah prilaku menyimpang.
Akhir-akhir ini perilaku menyimpang sudah cukup meresahkan orang tua dan juga masyarakat, banyak sekali prilaku menyimpang yang dilakukan oleh anak-anak sekolah diantaranya: perkelahian, tawuran atau bisa juga mencuri barang orang lain. Semua orang tua tidak berkeinginan anaknya melakukan prilaku menyimpang seperti itu baik disekolah maupun dirumah.
Prilaku menyimpang tersebut dapat dicegah, dikurangi dan dihilangkan dengan cara memberi “pola control atau pengawasan” terhadap anak, salah satu indikasi prilaku menyimpang selama ini terjadi adalah salah satunya akibat kurangnya “Kontrol” dari orang tua, mirisnya lagi orang tua tidak tau hal apa yang dilakukan anaknya disekolah.
Salah satu hal kongkrit untuk mencegah prilaku menyimpang terhadap anak-anak kita adalah luangkan waktu untuk anak, baik dipagi hari, siang hari atau malam hari dan ajak anak untuk berkomunikasi dan bermain.
Disamping itu juga seorang anak tidak sempat lagi melakukan prilaku menyimpang karena orang tuanya sudah antar-jemput kesekolah.
Dengan demikian mengantar anak kesekolah jangan anggap sebagai beban akan tetapi jadikan sebagi kebutuhan.
Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa mengantar anak kesekolah merupakan program yang baik yang bisa dilakukan, ayo kita sukseskan pendidikan.
Keberhasilan pendidikan adalah keberhasilan kita bersama.
*) Penulis adalah Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al Washliyah Aceh Tengah.
KUPI SENYE adalah rubrik opini pembaca TribunGayo.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.
Baca lengkap berita-berita opini TribunGayo.com disini
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gayo/foto/bank/originals/FAUZAN-ISMA.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.