Sabtu, 2 Mei 2026

Banjir Landa Bener Meriah

Suara Pilu dari Perbatasan: Azzam Pegayon dan Duka di Buntul Sara Ine Bener Meriah

Ia mengabarkan, banjir bandang dan longsor ikut menghantam bagian belakang masjid yang ada di Pondok Pesantren tersebut.

Tayang:
Penulis: Fikar W Eda | Editor: Mawaddatul Husna
ISTIMEWA -
BANJIR BANDANG DAN LONGSOR - File foto Azzam Pegayon yang berusaha menggerakkan potensi warga melalui pendidikan dan seni budaya di Buntul Sara Ine. Ia mengabarkan, banjir bandang dan longsor ikut menghantam bagian belakang masjid yang ada di Pondok Pesantren tersebut pada akhir November 2025. 

Ringkasan Berita:
  • Ia mengabarkan, banjir bandang dan longsor ikut menghantam bagian belakang masjid yang ada di Pondok Pesantren tersebut.
  • Di bawah satu bangunan asrama santri, kolam ikan yang dulu menjadi sumber kehidupan kini telah lenyap, tertimbun tanah longsor.
  • Akses jalan dari Lhokseumawe menuju Buntul Sara Ine kini mulai bisa dilalui sepeda motor dan mobil, meski dalam kondisi ekstrem.

Laporan Wartawan TribunGayo Fikar W Eda | Jakarta

TribunGayo.com, JAKARTA - Dibalik sunyi Buntul Sara Ine, sebuah kampung di perbatasan Aceh Utara dan Bener Meriah, mengalir juga  duka itu.

Azzam Pegayon seorang petani kopi, seniman didong, dan penggerak budaya mengabarkan kondisi terkini dari Buntul Sara Ine, Kecamatan Permata, tempat ia sehari-hari mengabdi dan berdomisili, 

Azzam adalah pengelola Pondok Pesantren Pegayon, yang terdapat di sana. Kampung yang senantiasa dibalut kabut padang siang dan petang. 

Ia mengabarkan, banjir bandang dan longsor ikut menghantam bagian belakang masjid yang ada di Pondok Pesantren tersebut.

Di bawah satu bangunan asrama santri, kolam ikan yang dulu menjadi sumber kehidupan kini telah lenyap, tertimbun tanah longsor.

Kolam itu rata dengan timbunan lumpur, seolah ditelan bumi.

Pipa-pipa saluran air patah dan hanyut terbawa arus.

Kabel listrik ada yang tertimbun tanah, beberapa tiang listrik roboh dan terputus.

Di malam hari, pesantren dan kampung-kampung sekitar kerap terbenam dalam gelap, hanya diterangi sisa-sisa harapan.

Akses jalan dari Lhokseumawe menuju Buntul Sara Ine kini mulai bisa dilalui sepeda motor dan mobil, meski dalam kondisi ekstrem.

Baru kemarin, satu mobil dilaporkan jatuh ke jurang di jalan yang terputus hanya sekitar seratus meter dari depan pesantren. 

Jalan itu kini telah menjadi jurang dalam, saksi betapa rapuhnya keselamatan di tengah bencana.

Sementara itu, jalur dari Lhokseumawe menuju Takengon baru bisa ditempuh hingga kawasan Kemp Seni Antara.

Air masih menggenang deras, dan longsor di kawasan Bur Kerat membuat jalan tak bisa dilewati.

Sumber: TribunGayo
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved