Kupi Senye
Menolak Bantuan Dunia, Memelihara Gengsi yang Mahal
Jika negara merasa mampu, mengapa warga di pengungsian masih menunggu bantuan berhari-hari dan terlebih daerah pedalaman seperti wilayah tengah Aceh?
Selama negara sibuk menjaga citra dan gengsi, rakyat terus berjuang dalam senyap.
Selama status bencana nasional tak kunjung diumumkan, penderitaan akan terus ditangani setengah-setengah.
Sudah saatnya pemerintah berhenti berkoar koar tentang kemampuan dan mulai jujur pada keterbatasan.
Kejujuran itulah yang akan membuka jalan bagi kebijakan yang lebih berani, cepat, dan manusiawi.
Sebab dalam bencana, yang paling dibutuhkan rakyat bukan pidato yang menenangkan, melainkan keputusan yang menyelamatkan banyak manusia.
*) Penulis adalah Reje Terpilih Kampung Keramat Mupakat.
KUPI SENYE adalah rubrik opini pembaca TribunGayo.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.
Baca juga: Video Kericuhan Antrean Gas Bukan di Takengon, Kapolres Tegaskan Distribusi Tetap Aman dan Tertib
Baca juga: Arus Transportasi Gayo Lues- Lokop Aceh Timur Masih Lumpuh Total
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gayo/foto/bank/originals/iman-ahmadi-2312.jpg)