Rabu, 10 Juni 2026

Kupi Senye

Menolak Bantuan Dunia, Memelihara Gengsi yang Mahal

Jika negara merasa mampu, mengapa warga di pengungsian masih menunggu bantuan berhari-hari dan terlebih daerah pedalaman seperti wilayah tengah Aceh?

Tayang:
ISTIMEWA
OPINI TRIBUN GAYO - Reje Terpilih Kampung Keramat Mupakat, Iman Ahmadi. Ia menulis opini berjudul 'Menolak Bantuan Dunia, Memelihara Gengsi yang Mahal', Selasa (23/12/2025). 

Selama negara sibuk menjaga citra dan gengsi, rakyat terus berjuang dalam senyap. 

Selama status bencana nasional tak kunjung diumumkan, penderitaan akan terus ditangani setengah-setengah.

Sudah saatnya pemerintah berhenti berkoar koar tentang kemampuan dan mulai jujur pada keterbatasan.

Kejujuran itulah yang akan membuka jalan bagi kebijakan yang lebih berani, cepat, dan manusiawi.

Sebab dalam bencana, yang paling dibutuhkan rakyat bukan pidato yang menenangkan, melainkan keputusan yang menyelamatkan banyak manusia.

*) Penulis adalah Reje Terpilih Kampung Keramat Mupakat.

KUPI SENYE adalah rubrik opini pembaca TribunGayo.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.

Baca juga: Video Kericuhan Antrean Gas Bukan di Takengon, Kapolres Tegaskan Distribusi Tetap Aman dan Tertib

Baca juga: Arus Transportasi Gayo Lues- Lokop Aceh Timur Masih Lumpuh Total

 

Sumber: TribunGayo
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved