Kupi Senye
Menjaga "Bara" Keacehan di Negeri Paman Sam dan Kanada
DGA Sagoe Amerika bukan sekadar wadah berkumpul, melainkan lumbung pemikiran kritis yang aktif menyoroti dinamika di tanah air.
Aktivitas ini secara psikologis menumbuhkan rasa percaya diri (self-esteem) dan kebanggaan yang besar pada diri generasi muda diaspora Aceh untuk berani berkata: "Saya adalah warga Kanada, namun darah, budaya, dan identitas saya adalah Aceh".
Merajut Sinergi Lintas Batas: Silaturahmi di Tiga Tempat
Apresiasi yang luar biasa datang dari DPP DGA untuk dedikasi tanpa batas yang ditunjukkan oleh kepengurusan di Amerika dan Kanada.
Sejak tanggal 2 Juni, Adron Razi Yusuf secara setia mendampingi perjalanan Sekjen DPP DGA dari Seattle melintasi perbatasan menuju Vancouver.
Di Kanada, estafet persaudaraan disambut hangat oleh Muhammad Taufik Evendi, Ketua DGA Sagoe Kanada yang berdomisili di Calgary.
Melalui koordinasi yang solid, Taufik berhasil menghubungkan jajaran DPP DGA dengan seluruh masyarakat Aceh di Kanada, termasuk yang berada di belahan timur seperti Toronto (diwakili oleh Pak Robby dan kawan-kawan) melalui fasilitas video call.
Di Vancouver sendiri, pertemuan dengan diaspora Aceh berlangsung maraton di tiga tempat berbeda guna memastikan seluruh elemen masyarakat sempat bertatap muka dengan perwakilan pusat.
Refleksi Akhir: Hospitality dan Modal Persatuan Dunia
Menutup rangkaian kunjungan di kawasan Pantai Barat Amerika Utara ini, Dr Surya Darma mengungkapkan rasa takjubnya atas kehangatan (hospitality) yang diberikan oleh keluarga besar DGA Sagoe USA dan Kanada.
"Kami merasa bahwa rasa persaudaraan Aceh yang dibangun oleh DGA Sagoe Amerika dan Kanada sangat positif dalam mempertahankan adat dan budaya kita di perantauan.
Pemikiran kritis mengenai perbaikan kesehatan, program peningkatan SDM perhotelan oleh Pak Fauzi,
serta aksi nyata Rumah Pangan Aceh menunjukkan bahwa diaspora kita tidak pernah melupakan tanah air," ujar Dr Surya Darma.
"Semoga semangat kebersamaan yang terbangun erat ini akan menjadi modal utama bagi persatuan DGA di seluruh dunia.
Terima kasih kepada Pak Adron, Pak Taufik, Pak Sayuti, Pak Hamdani Hamid, Tgk Bukhari Wahab serta Pak Yusuf dan seluruh penasihat serta sesepuh di Kanada.
Semoga Allah SWT memberikan ganjaran berlipat ganda atas keikhlasan jajaran pengurus di sini. Aamiin," pungkasnya.
Kunjungan awal Juni 2026 ini menegaskan satu hal: sejauh apa pun pemuda-pemudi Aceh pergi merantau, dan apa pun paspor yang hari ini mereka pegang, ikatan batin terhadap identitas keacehan, Islam, dan persaudaraan tanah air tidak akan pernah luntur.
Meunasah, Rumah Pangan, dan jaringan DGA telah sukses menjadi jembatan emas yang menjaga nyala api tersebut tetap terang di belahan bumi utara.
*) Penulis adalah Sekjen DPP DGA dan Ketua Majelis Adat Aceh Perwakilan Jakarta.
KUPI SENYE adalah rubrik opini pembaca TribunGayo.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.
Baca juga: Legalitas Nikah Siri dan Dampaknya bagi Wanita Muda
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gayo/foto/bank/originals/surya-darmaaa-1606.jpg)