Kupi Senye
Menjaga "Bara" Keacehan di Negeri Paman Sam dan Kanada
DGA Sagoe Amerika bukan sekadar wadah berkumpul, melainkan lumbung pemikiran kritis yang aktif menyoroti dinamika di tanah air.
Ringkasan Berita:
- Di kota metropolitan Seattle, terdapat beberapa keluarga asal Aceh yang telah menetap selama puluhan tahun.
- Hebatnya, mereka kini telah melahirkan generasi ketiga (cucu) yang lahir dan tumbuh besar sebagai warga Amerika, namun tetap memegang teguh nilai-nilai keislaman dan keacehan.
- Dua sosok utama yang menjadi pilar di Seattle adalah Adron Razi Yusuf (Ketua DGA Sagoe Amerika) dan Fauzi Daud (General Manager Holland America Lines) yang keduanya merupakan putra asli Bireuen.
Oleh: Dr Ir Surya Darma MBA *)
TRIBUNGAYO.COM - Jarak ribuan mil dari tanah indatu sama sekali bukan penghalang bagi denyut nadi keacehan untuk tetap berdetak kencang.
Pada tanggal 3 hingga 7 Juni 2026, Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Diaspora Global Aceh (DPP DGA), Dr Surya Darma, melakukan kunjungan dan silaturahmi yang sarat emosi ke Seattle (AS) dan Vancouver serta Calgary (Kanada).
Kunjungan ini bukan sekadar agenda formal organisasi, melainkan sebuah misi kultural dan spiritual: membangun jembatan konsolidasi, menjaga identitas keacehan, adat istiadat, kebudayaan, serta bahasa Aceh ditengah derasnya arus globalisasi.
Khususnya, bagi warga keturunan Aceh yang kini telah melepas status Warga Negara Indonesia (WNI) mereka, namun tetap memiliki darah dan hati yang terpaut pada Serambi Mekkah.
Eksistensi Tiga Generasi di Seattle
Di kota metropolitan Seattle, terdapat beberapa keluarga asal Aceh yang telah menetap selama puluhan tahun.
Hebatnya, mereka kini telah melahirkan generasi ketiga (cucu) yang lahir dan tumbuh besar sebagai warga Amerika, namun tetap memegang teguh nilai-nilai keislaman dan keacehan.
Dua sosok utama yang menjadi pilar di Seattle adalah Adron Razi Yusuf (Ketua DGA Sagoe Amerika) dan Fauzi Daud (General Manager Holland America Lines) yang keduanya merupakan putra asli Bireuen.
Keberhasilan mereka mendidik anak-anak hingga ada yang menjadi Imam di Seattle, (Ustadz Syarif, putra dari Adron Razi) serta menduduki posisi strategis di korporasi perkapalan global, menjadi bukti nyata bahwa SDM Aceh mampu mewarnai panggung internasional tanpa kehilangan jati diri.
Pemikiran Kritis dan Gagasan Strategis DGA Sagoe Amerika
DGA Sagoe Amerika bukan sekadar wadah berkumpul, melainkan lumbung pemikiran kritis yang aktif menyoroti dinamika di tanah air.
Dalam diskusi intensif bersama Dr Surya Darma, pengurus Sagoe Amerika menyampaikan keprihatinan mendalam mengenai kondisi kehidupan di Aceh saat ini mulai dari kemunduran pola hidup masyarakat hingga isu pemenuhan layanan kesehatan dasar yang kian memprihatinkan.
Berangkat dari kegelisahan tersebut, DGA Sagoe Amerika menelurkan sejumlah inisiatif dan rekomendasi program konkret bagi kemajuan Aceh:
1. Reaktivasi ITHC dan Terobosan Sektor Kebekerjaan Global (Hospitality)
Program International Training and Hospitality Center (ITHC) yang sebelumnya digagas bersama DPP DGA dan Universitas Syiah Kuala (USK) serta BPSDM Pemerintah Aceh, diakuibelum dapat berjalan sesuai harapan karena terkendala faktor pendanaan.
Padahal, peluang pasar kerja internasional di sektor ini sangat masif.
Melihat adanya kebutuhan hingga 180.000 tenaga kerja di bidang hospitality (restoran, hotel, perkapalan, dan pariwisata) secara global, Fauzi Daud kini tengah bergerak mematangkan konsep dan kurikulum pelatihan mandiri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gayo/foto/bank/originals/surya-darmaaa-1606.jpg)