Kupi Senye
Menangkal Konten Negatif di Ruang Digital
Dunia digital, telah mampu memproduksi dan melahirkan fenomena semakin menipisnya pembatas antara kebenaran dan kebohongan.
Oleh : Kamaruddin Hasan *)
Dunia Digital termasuk di dalamnya media baru, media sosial sedang bahkan sudah menghasilkan transformasi besar dalam peradaban kehidupan.
Semua dapat terlibat di dalam jaringan dan mendapatkan kesempatan berkomunikasi,
berinteraksi, berkolaborasi dan bertransaksi tanpa dibatasi secara geografis, ruang dan waktu.
Dunia ibarat sebuah Gampong kecil, global village.
Dunia digital, telah mampu memproduksi dan melahirkan fenomena semakin menipisnya pembatas antara kebenaran dan kebohongan.
Kejujuran dan penipuan, fiksi dan nonfiksi dan itu yang kita sebut dengan fenomena “post-truth”.
Konten-konten bersifat post-truth ini mengakibatkan berubahnya perilaku dan gaya komunikasi serta karakteristik,
terjebak dalam putaran rumit terjerumus sebagai kaum passengers, dikendalikan oleh konten-konten post-truth dunia digital.
Baca juga: Keamanan Semu Dunia Digital
Kita tidak bisa menghentikan setiap postingan konten bersifat post-truth tersebut.
Tetapi kita tentu memiliki keterampilan untuk mengetahui sumber, fakta, dan opini sebagai kemampuan literasi dan adaptasi.
Kita memiliki kemampuan untuk mengurangi dan membatasi konten-konten yang berbau hoax,
radikalisme, ujaran kebencian, sparatisme, terorisme.
Kita memiliki kemampuan adaptasi dan membendung, konten-konten pasar kapitalisme neoliberal yang kurang mendidik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gayo/foto/bank/originals/Dosen-Ilmu-Komunikasi-Unimal-Kamaruddin-Hasan.jpg)