Berita Aceh

Selama 2022 Kejari Aceh Utara Tangani Lima Kasus Dugaan Korupsi

Selama 2022 Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Utara menangani lima kasus dugaan korupsi dan sudah masuk tahap penyidikan.

Editor: Jafaruddin
For Tribungayo.com
Kajari Aceh Utara, Diah Ayu Hartati Listiyarini Iswara Akhbari dalam konferensi pers, refleksi akhir tahun 2022 pada Rabu (28/12/2022) 

TRIBUNGAYO.COM,LHOKSUKON – Selama 2022 Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Utara menangani lima kasus dugaan korupsi dan sudah masuk tahap penyidikan.

Dari lima kasus tersebut, dua diantaranya adalah kasus dugaan penyelengan dana desa.

Dana Desa di Gampong Trieng Pantang Kecamatan Lhoksukon Tahun Anggaran 2018-2019.

Kemudian dugaan korupsi penyalahgunaan Dana Desa di Gampong Deng, Kecamatan Tanah Luas Tahun Anggaran 2019 sampai tahun 2021.

Sedangkan tiga kasus lainnya proyek Pembangunan Rumah Sakit Umum Pratama Lhoksukon Tahun Anggaran 2019 senilai Rp 40 miliar.

Baca juga: Sekda Sebut Penerapan MCP Tingkatkan Pencegahan Korupsi di Aceh

Kasus ini sudah dalam penyidikan, artinya jaksa sudah menemukan dua alat bukti yang cukup dalam kasus itu, sehingga sudah bisa meningkatkan kasus itu dari penyelidikan ke penyidikan. 

Kemudian dugaan korupsi Pembangunan Rumah Senif Fakir dan Miskin pada Sekretariat Baitul Mal Kabupaten Aceh Utara Tahun anggaran 2021 senilai Rp 11 Miliar.

Dalam kasus tersebut jaksa juga sudah menetapkan lima tersangka.

Terakhir adalah dugaan korupsi proyek Pembangunan Monumen Samudera Pasai, tahun 2012 sampai 2017 senilai Rp 49 miliar.

Dalam kasus ini penyidik sudah menahan lima tersangka.

Baca juga: Begini Perkembangan Sidang Terdakwa Zaini dan Mirza, Dugaan Korupsi Tsunami Cup

Masing-masing tersangka, FB (61) Kepala Dinas Perhubungan, Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Utara Tahun 2012-2016. 

Kemudian TM (48) Kontraktor Pelaksana, kemudian P (57) Konsultan Pengawas, RF (57), Kontraktor Pelaksana dan N (53) Pejabat Pembuat Komitmen. 

Bahkan mereka sudah ditahan di Lapas Kelas IIB Lhoksukon, Aceh Utara beberapa waktu yang lalu.

“Ia ada Lima kasus dugaan korupsi yang kami tangani selama tahun 2022,” ujar Kajari Aceh Utara melalui Kasi Intel Arif Kadarman.

Baca juga: Pengadilan Tinggi Banda Aceh Perberat Hukuman Terdakwa Korupsi Dana Pendidikan UGL di Aceh Tenggara

Kasus Pembangunan RS Pratama masuk tahap tahap penyidikan setelah mulai diselidiki beberapa waktu yang lalu. Namun, belum dilakukan penetapan tersangka dalam kasus itu.(*)

 

 

Update berita lainnya di TribunGayo.com dan GoogleNews

Ikuti kami di

AA
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved