Kamis, 4 Juni 2026

Berita Aceh Tengah

Upacara Adat Perkawinan Gayo: Gema Canang Mengiringi "Mujule Bai"

Jika di Indonesiakan bermakna mengantar calon pengantin pria ke kediaman calon pengantin wanita untuk mengikuti acara "Nosah Ukum" atau akad nikah.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Fikar W Eda | Editor: Mawaddatul Husna
For TribunGayo.com
Acara bertukar "batil" atau tempat sirih dari keluarga calon mempelai pria dan wanita sebelum rombongan dipersilakan masuk dalam ruangan. 

Tugas ini umumnya dilakukan oleh "ibu imem" dari kedua kampung. Keduanya saling bertukar batil atau cerana berbalut kain berkerawang Gayo.

Isinya adalah kelengkapan sirih. Kemudian mereka saling mencicipi sirih.

Selanjutnya rombongan calon pengantin pria dipersilakan masuk ke tempat atau ruangan akad nikah.

Pada saat penyambutan rombongan, ada kalanya diwarnai dengan tari munalo dan tepung tawar.

Setelah itu baru menuju ruangan akad nikah.

Baca juga: Kecelakaan Mobil Dinas Asisten di Gayo Lues Laga Kambing dengan Sepeda Motor

Di ruangan sudah menanti perangkat kampung atau syarak opat dari kampung setempat.

Selanjutnya adalah upacara akad nikah, yang juga didahului dengan beberapa tahapan adat lagi. (*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved