Berita Aceh Tengah
Upacara Adat Perkawinan Gayo: Gema Canang Mengiringi "Mujule Bai"
Jika di Indonesiakan bermakna mengantar calon pengantin pria ke kediaman calon pengantin wanita untuk mengikuti acara "Nosah Ukum" atau akad nikah.
Penulis: Fikar W Eda | Editor: Mawaddatul Husna
Tugas ini umumnya dilakukan oleh "ibu imem" dari kedua kampung. Keduanya saling bertukar batil atau cerana berbalut kain berkerawang Gayo.
Isinya adalah kelengkapan sirih. Kemudian mereka saling mencicipi sirih.
Selanjutnya rombongan calon pengantin pria dipersilakan masuk ke tempat atau ruangan akad nikah.
Pada saat penyambutan rombongan, ada kalanya diwarnai dengan tari munalo dan tepung tawar.
Setelah itu baru menuju ruangan akad nikah.
Baca juga: Kecelakaan Mobil Dinas Asisten di Gayo Lues Laga Kambing dengan Sepeda Motor
Di ruangan sudah menanti perangkat kampung atau syarak opat dari kampung setempat.
Selanjutnya adalah upacara akad nikah, yang juga didahului dengan beberapa tahapan adat lagi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gayo/foto/bank/originals/ADAT-perkawinan-gayoo.jpg)